Ilustrasi
#

Pilkada Sulsel, “Hari Perjudian” Pegawai Negeri Sipil

Rabu, 09 Desember 2015 | 08:13 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Hari ini, Rabu (09/12/2015), 11 kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menentukan pemimpin yang akan berkuasa selama 5 tahun mendatang. Semua pasti berharap mereka yang terpilih adalah yang terbaik dan bisa membangun daerahnya.

Tak terkecuali bagi para pegawai negeri sipil (PNS) yang juga memiliki hak suara. Hanya saja, mereka tak bisa terlibat dalam proses kampanye atau jadi tim sukses pasangan calon. Namun, bagi mereka, ini bisa jadi kesempatan untuk memperbaiki nasib dan jabatan.

“Pasti mereka akan terlibat dalam politik karena mereka punya hak suara. Ini akan menjadi ajang perjudian bagi PNS, dengan harapan jika pilihannya yang naik, mereka bisa mendapatkan jaminan posisi jabatan yang bagus di kemudian hari,” kata pengamat politik, Jayadi Nas, Rabu (09/12/2015).

Lebih jauh, mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sulsel ini menjelaskan, bahwa PNS punya 2 pilihan. Pilihan itu adalah mengungkapkan secara terang-terangan pilihan mereka atau menyembunyikannya. Jika mereka membuka kepada publik terhadap dukungannya dan ternyata tak terpilih, ini bisa jadi preseden buruk bagi mereka.

Halaman 2

“Ini akan menjadi “surga” dan “neraka” bagi PNS. Kalau kalah, bisa saja mereka akan mendapat akibatnya saat yang terpilih menjabat bupati. Terutama jika mereka masih mendukung incumbent dan ternyata hasilnya pilihan mereka kalah. Untuk PNS yang netral, mereka akan mendapat 2 kemungkinan, tetap seperti jabatan sebelumnya atau malah dicap sebagai lawan,” tambahnya.

Sekadar diketahui, dari 11 kabupaten yang menggelar Pilkada hari ini, 5 daerah dipastikan akan dipimpin oleh kepala daerah baru, mulai dari Gowa, Bulukumba, Selayar, Soppeng, dan Luwu Timur. Musababnya, incumbent mereka sudah 2 periode memimpin.(*)


BACA JUGA