Tukang Pijat, Penyandang Tunanetra
Riko, penyandang tunanetra yang tetap semangat menjalani hidup dengan skill memijat yang ia miliki. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Semangat Pelakon Pijat di Jl Perumnas Tamalate

Rabu, 09 Desember 2015 | 10:15 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Kondisi fisik yang terbatas acap kali buat orang merasa tak berguna untuk melakukan berbagai hal yang bisa dilakukan manusia normal pada umumnya. Namun, lain halnya dengan Thamsir. Lelaki berumur 48 tahun ini tetap semangat dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia berjuang melawan kondisi itu demi menyekolahkan anak-anaknya.

Sudah 20 tahun lebih Thamsir atau yang sering dipanggil Riko ini menjalani profesi sebagai tukang pijat tunanetra yang dikelolanya bersama sang istri. Tongkat dan tas yang berisi berbagai macam balsem seolah jadi rekan kerjanya kala berkeliling dari kompleks ke kompleks untuk mengurut pasiennya.

“Tidak ada yang sulit jika ingin bekerja. Itu prinsip. Kalau cuma karena faktor keterbatasan, semua orang tidak ada yang sempurna. Yang ada cuma orang yang malas untuk bekerja,” katanya dengan nada tegas kepada GoSulsel.com ketika ditemui di rumahnya sedang bersiap-siap menawarkan jasanya ke para tetangganya, Selasa (08/12/2015).

Riko mengalami kebutaan saat berumur 16 tahun. Saat itu ia baru sedang asyik bermain bola bersama kerabatnya. Kebutaan pun menghampiri ketika bola yang ditendang oleh lawannya terhempas hingga menepuk pelipis kanannya.

“Awalnya cuma seperti melihat di tengah kumpulan asap (kabur) itu sekitar jam 11 pagi. Saat itu juga dibawa lari ke salah 1 rumah sakit dan sesampainya di sana, tepat jam 3 sore, saya divonis mengalami kebutaan,” kenangnya.

Halaman 2

Setelah mengalami kebutaan yang cukup lama, akhirnya ia ikut pembinaan dari RS Dadi Makassar yang melibatkan Dinas Sosial Kota Makassar kala itu. Di sanalah ia mengembangkan potensi sebagai tukang pijat.

“Saya lupa berapa tahun ada di sana. Tapi saat itu memang kita dilatih terapi pijat dan selesai tahun 1993. Dan sempat menjadi jasa pijat dari hotel ke hotel waktu masih tinggal di Jl Ujung Pandang Baru,” ujarnya.

Kelebihannya saat sebagai seorang tunanetra membuatnya semakin yakin akan keajaiban yang diberikan Tuhan yang Maha Kuasa. Dalam pembicaraannya bersamaGoSulsel.com, dirinya tak pernah merasa ada kekurangan. Justru terdengar memiliki banyak kekuatan sebagai seorang ayah untuk keluarganya.

Sebagai tukang jasa pijat, dirinya mengaku sudah menerima banyak panggilan dari pasien-pasien langganannya. Hingga hampir tiap sudut kota Makassar telah ia akses saat menuju ke tempat pasiennya menggunakan jasa ojek dan bentor.

“Tarifnya untuk jasa pijat itu Rp 60 ribu kalau di rumah saya. Kalau di luar sesuai jarak lokasi yang mau ditempuh. Biasanya sudah ada negosiasi sama pasien untuk itu. Kadang juga seadanya kalau memang dia lagi sakit dan tidak punya biaya untuk membayar full,” ungkapnya saat itu.

Halaman 3

Lokasi kediaman Riko bisa kita jumpai di Jl Perumnas Tamalate 6 Setapak 13 Makassar. Alamatnya pun cukup mudah ditemukan, yakni di depan SMP 13 Makassar. Namun jika masih bingung, cukup tanyakan kepada warga yang ada di sekitar area itu. Anda pun akan dituntun hingga ke rumah Riko.

Riko ternyata tak sendiri melakukan aktivitasnya. Ia dibantu oleh istrinya yang juga penyandang tunanetra.(*)


BACA JUGA