Ilustrasi

Pembunuh Mahasiswa STIEM Bongayya Menyerahkan Diri

Jumat, 11 Desember 2015 | 08:27 Wita - Editor: Chaerul Fadli - Reporter: Memed Slamet - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Supratman Tenratu alias Parman (19) menyerahkan diri ke polisi setelah membunuh aktifis pecinta alam di STIEM Bongayya, Andi Nisar alias Icca. Ia mengakui perbuatannya di hadapan penyidik sekitar pukul 01.00 Wita, Jumat (11/12/2015).

“Kami akan serahkan ke Polrestabes Makassar guna proses lebih lanjut. Pelaku menyerahkan diri diantar oleh anggota dari Polres Sidrap. Selain pelaku, barang bukti sebilah badik yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban juga sudah kami sita,” ujar Kanitreskrim Mapolsekta Rappocini, Iptu Saharuddin.

Di hadapan penyidik, ia menjelaskan aksinya itu didasarkan atas dendam terhadap korban. Ia mengaku sering dihukum dan paksa oleh seniornya.

HalamanĀ 2

Awalnya, korban yang sementara pesta minum-minuman keras dan daun ganja di Sekertariat Mapala STIEM Bongaya memergoki pelaku sedang mengisap lem di kampus. Saat itu juga korban langsung membawa pelaku dan memaksanya untuk menenggak minuman keras.

Namun, ajakan itu ditolak dan membuat korban naik pitam. Parman lalu dihukum push up dan jadi bahan ejekan. Ia kemudian meninggalkan sekertariat Mapala STIEM Bongaya. Ia lalu ingin menanyakan maksud korban melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap dirinya.

Pelaku lalu menghubungi korban dan akhirnya berpapasan di Jl Sultan Alauddin mengarah ke Jl AP Pettarani. Tepat di depan MAN Model, pelaku menghentikan motor korban untuk menanyakan sikap korban terhadap dirinya. Namun, bukannya jawaban yang didapatkan oleh pelaku dari korban, akan tetapi bogem mentah sebanyak tiga kali.

Halaman 3

“Saya hentikan motornya untuk menanyakan kenapa saya diperlakukan semena mena. Sejak saya masuk organisasi Mapala saya selalu disiksa. Kalau bukan dihukum saya dipukul sama dia dan ada lagi yang bernama Robin. Semuanya senior saya di Mapala.

Keduanya yang selalu menyiksa saya” tutur pelaku ditemui Go Cakrawala di Mapolsekta Rappocini. Puncak kemarahan pelaku akhirnya tak terbendung lagi, akhirnya saat korban hendak melayangkan tinjunya, pelaku sempat menangkis dan langsung mencabut badik di saku celana bagian belakangnya. Satu tusukan yang mengenai perut sebelah kiri membuat korban seketika terjatuh.

Rasa dendam yang mendalam tak membuat pelaku berhenti begitu saja. Ia secara membabi buta menikam korban hingga tak berdaya dengan luka tikaman sebanyak 12 tusukan. Selanjutnya pelaku melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor mengarah ke Jl Mappaodang lalu ke kampung halamannya di Sidrap.(*)

Tags:

BACA JUGA