?????????????
#

Mahasiswa Pasca Administrasi Unhas Diskusi Publik Nalar Kritis Keindonesiaan

Minggu, 20 Desember 2015 | 01:25 Wita - Editor: Muhammad Seilessy - Reporter: Citizen Reporter

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Forum Mahasiswa (FORMA) Pascasarjana Administrasi Pembangunan Universitas Hasanuddin mengadakan Dialog Publik. Kegiatan yang mengangkat tema “Nalar Kritis Keindonesian, Membangun Indonesia yang berwawasan Kebangsaan” ini berlangsung di Aula Prof Syukur Abdullah FISIP Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan (17/12/2015).

Kegiatan ini menghadirkan Presidium Nasional Indonesia Social Justice Network, Andi Ahmad Yani dan Direktur Eksekutif Republik Indonesia, Fajlurrahman Jurdi. Adapun peserta kegiatan ini dari mahasiswa Pascasarjana se-FISIP Unhas, perwakilan lembaga kemahasiswaan Unhas, dan OKP se-kota Makassar

Ketua FORMA Pascasarjana Administrasi Pembangunan, Riswanto MR mengatakan, bahwa nalar kritis ke-Indonesia-an berangkat dari kegelisahan akan carut marutnya kondisi bangsa, adegan akrobatik yang banyak dipertontonkan para penguasa, dan budaya ke-Indonesian yang semakin terjajah.

“Ini adalah langkah kita bagaimana mendengungkan kembali suasana ilmiah di kalangan mahasiswa khususnya Pascasarjana FISIP Unhas dan mahasiswa Makassar pada umumnya. Insya Allah kami akan mengagendakan rutin tiap tahunnya,” katanya.

Sementara Presidium Nasional Indonesia Social Justice Network, Andi Ahmad Yani, juga menambahkan bahwa Pancasila jangan jadi narasi tunggal. Tetapi harus ada penyeimbang.

Halaman 2

“Pancasila hanya bisa dilakukan ketika kita sadar akan pentingnya kebangsaan kita. Sejarah mencatat bahwa Nusantara telah demokratis 2 abad lalu daripada Eropa. Namun karena ada kesalahan sejarah yang membuat kita tertinggal, maka tak ada jalan lain kecuali bangkit dan bangga sebagai suatu bangsa,” tambahnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Fajlurahman Jurdi. Ia menyatakan, Indonesia saat ini  dikendalikan oleh para kekuasaan oligarki. Ia menambahkan, kekuasaan oligarki inilah yang terus merusak bangsa dan negara.

“Olehnya itu, yang perlu kita lakukan adalah memutuskan rantai oligarki. Biarlah oligarki tua ini ditangkapi dan mati. Yang jelas generasi kita tidak lagi terkontaminasi dan memiliki nasionalisme dan moral yang tidak mengikuti generasi sebelumnya,” jelas Mantan Ketua DPP IMM ini.(*)

Citizen Reporter: Risalah Mappesangka