Pasar Pabaeng-Paeng, Jalan Alauddin, Pasar Lelong

Musim Hujan di Sulsel, Harga Cabe Rawit & Telur Naik Drastis

Senin, 21 Desember 2015 | 20:00 Wita - Editor: Arul Ramadhan - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Memasuki musim hujan, membuat sejumlah petani di Sulsel cemas. Khususnya, petani cabe rawit. Sebab tumbuhan mereka terhambat pertumbuhannya.

Ketua Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Makassar, Ismail Tallu Rahim, mengatakan pengaruh musim hujan banyak memberi dampak bagi bahan sembako, seperti yang terjadi dengan cabe rawit, sehingga harga cabe rawit harus naik dipasaran.

“Cabe rawit ini harganya naik karena produksi petani berkurang akibat cuaca. Lumayan tinggi dia punya harga, walaupun masih di bawah dari tahun lalu. Harganya mencapai Rp 42 ribu perkilo,” katanya, Senin (21/12/2015)

Selain faktor cuaca kata Ismail, pakan ternak juga kewalahan untuk mendapatkan makanan ayam seperti jagung, sehingga produksi telur menjadi kurang.

“Rata-rata makanan ternaknya kan terbuat dari jagung. Jagungnya terpengaruhi oleh kondisi cuaca juga. Dan kebutuhan kan tinggi terhadap telur, otomatis harga naik. Jadi harga telur mencapai Rp40 ribu/rak sekarang,” tuturnya.

Halaman 2

Cabe rawit dan telur yang mengalami gejolak kenaikan harga sedangkan beras tidak ikut andil untuk hal tersebut. Ismail menerangkan pihaknya akan melakukan operasi kegiatan pasar khusus beras yang bekerja sama dengan bulog.

“Nanti kami akan menentukan sisi mana yang akan dilakukan operasi. Harga beras untuk kristal hampir Rp10 ribu. Masih normal, naik 25 rupiah saja. Tidak kendala. Karena ini beras yang dibutuhkan oleh masyarakat mengenah keatas,” imbuhnya.

Sama halnya dengan bawang merah dan bawang putih tidak terlalu menghawatirkan. Bawang merah masih dengan harga Rp25 ribu.

“Intinya cabe rawit dipengaruhi oleh cuaca. Kalau telur karena harga pakannya kesulitan,” tutupnya. (*)