Ilustrasi

Kapolsek Panakkukang Bantah Polisi Aniaya Mahasiswa

Selasa, 22 Desember 2015 | 16:23 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Sahrul Ramadhan - GoSulsel.com

Makassar,GoSulsel.com – Kapolsek Panakkukang Kompol Woro Susilo, saat dikonfirmasi membantah, jika oknum anggota Polantas Polda Sulsel bernama Brigpol Musmuliadi melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa UMI.

“Saya sudah mengklarifikasi kasus ini dan oknum polisi tersebut mengaku tidak melakukan penganiayaan,” kata Woro Susilo, saat dikonfirmasi, dikantornya,Selasa (22/12/2015).

Ia mengatakan, Informasi yang beredar sebenarnya tidak seperti itu, bukan penganiayaan, kronologisnya dia melanggar karena tidak pakai helm dan coba dihentikan oleh polisi dan dia mencoba melarikan diri makanya dikejar.

Saat dikejar, lanjut Woro, keduanya berteriak sehingga memicu perhatian warga sekitar. “Mau ditilang, lari teriak teriak makanya memicu perhatian warga.”

Woro juga membantah oknum polisi tersebut melemparkan helmnya ke aspal. “Saat dikejar helmnya jatuh, masa polisi tega aniaya perempuan.Tadi sudah diluruskan dan diklarifikasi bahwa mereka itu salah dan sudah dipulangkan,” katanya.

Sementara itu, menurut keterangan Zafira Nurfajria, Brigpol Musmuliadi memintanya ikut ke Kantor Ditlantas Jl AP Pettarani.

Namun diperjalanan, tepatnya di Jalan Kompleks IDI, Zafira memutar kendaraanya ke arah Jalan Topaz dan dikejar oleh Brigpol Musmuliadi.

“Tepat di depan Hotel Comfort, anggota polisi itu menghentikan kendaraannya dan membanting helm dinasnya ke tanah dan terpantul mengenai paha saya,” kata dia. (*)


BACA JUGA