Pasar Wesabbe, Jalan Wesabbe, Pasar Tradisional, Pasar Tradisional Makassar
Sebuah motor sedang melintas di depan 3 rumah warga di Jl Wesabbe. Teras dari rumah-rumah ini dijadikan sebagai tempat berjualan oleh pemiliknya yang membuat warga sekitar lantas menamainya dengan Pasar Wesabbe. (Foto: Muhaimin/GoSulsel.com)

Pasar Wesabbe, Kisah Pasar yang Punya 5 Penjual Saja

Kamis, 24 Desember 2015 | 09:02 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Muhammad Muhaimin - GoSulsel.comReporter: Muhammad Muhaimin - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Pasar Wesabbe, begitulah disebutnya oleh masyarakat yang tinggal di Jl Wessabbe. Pasar ini tak seperti pasar pada lazimnya yang luas. Di pasar ini, orang-orang hanya menjumpai 3 penjual sayur dan 2 penjual ikan.

“Bukan pasar sebenarnya ini, tapi rumah sendiriji yang dibuat berdagang. Tapi dulu kita serentak dan sudah lamami. Jadi orang di sini nabilangmi Pasar Wesabbe,” terang Hj Hajrah, penjual sayur di Pasar Wesabbe, saat ditemui GoSulsel.com, Rabu (23/12/2015).

Hj Hajrah juga bercerita tentang asal mula pasar ini di tahun ’80-an. Ia menjual sayur selama 10 tahun dan meninggalkan pasar ini di tahun 1990 saat dirinya berangkat ke Sorong. Ia lalu pulang lagi ke Makassar tahun 1995 dan menjual barang campuran dan sayur sampai sekarang.

“Lamama jualan ini, sekitar tahun ’80-an pas saya lahir anakku itu. Tapi sempatka’ ke Sorong, baru pulangja lagi dan sampe sekarangmi menjual,” kenangnya.

Sama halnya dengan Endang, anak dari salah seorang penjual yang teras rumahnya pernah dijadikan tempat berdagang ibunya. Ia adalah salah seorang penyaksi berjalannya Pasar Wesabbe ini.

Halaman 2

“Masih kecilka sudah ada memangmi ini pasar. Dan penjualnya juga masih itu-ituji juga yang menjual,” ungkapnya.

Endang mengatakan, bahwa aktivitas berniaga di pasar ini berlangsung di saat pagi dan sore hari. Saat siang hari para penjual beristirahat dan salat di rumahnya masing-masing. Ia juga sangat terbantu adanya pasar ini sampai sekarang karena memudahkan untuk belanja, khususnya sayur dan ikan.

Selain itu, Endang juga bercerita bahwa penjual yang paling lama itu salah satunya Hj Hajrah (52), Dg Rahman (62), dan Sanusi (60).

Pasar ini juga, menurut Endang, punya keunggulan tersendiri, yakni harga kebutuhan yang ditawarkan lebih murah.

“Pasar Wesabbe ini baguski karena biasanya lebih murah juga dari pasar yang lain atau pagandeng yang lewat-lewat,” tutupnya.(*)


BACA JUGA