Sol Sepatu, Pasar Terong, Jalan Kubis
Marten Tupang (bertopi biru), salah seorang tukang sol sepatu di Jl Kubis Timur. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Sol Sepatu Jl Kubis Timur, Tetap Eksis Sejak 1978

Minggu, 27 Desember 2015 | 12:56 Wita - Editor: Nilam Indahsari -

Halaman 1

Makassar,GoSulsel.com – Sepatu-sepatu rusak yang terjejal jadi penanda profesi para tukang sepatu di Jl Kubis Timur. Seperti yang ada di hadapan Marten Tupang yang sibuk memainkan jarum dan benang nilonnya.

Marten Tupang sudah menghabiskan waktu hidupnya sejak tahun 1978 bersama teman-teman seprofesinya di area itu.

“Sejak tahun 1978, saya lupa tanggalnya berapa. Tapi memang saya dan teman-teman dulu sudah di sini menjahit sepatu,” ujar Marten saat ditemui GoSulsel.com, Rabu (23/12/2015).

Dalam pekerjaannya ini, menurut Marthen, tak jauh beda dengan pengalamannya bekerja di sebuah pabrik milik warga Tionghoa, sekitar tahun 1960-an.



“Hal seperti ini sudah biasa karena saya juga pernah bekerja di pembuatan sepatu China di Jl Somba Opu,” kenangnya.

Halaman 2

Jasa tukang sol sepatu sampai saat ini masih laris manis di kalangan sebagian masyarakat, utamanya kalangan menengah ke bawah. Karena ongkos untuk membetulkan sepatu atau sandal tergolong murah jika dibandingkan membeli sepatu yang baru. Seperti pertimbangan Eda yang sering menjahit sepatunya di sini.

“Kalau sepatu cewek biasa paling cepat lepas, entah hak-nya atau lepas alasnya. Biar lebih hemat, saya bawa saja ke sini, daripada beli baru lagi,” ujar Eda.

Marten mengatakan, jenis sepatu yang dijahit pun beragam, mulai dari sepatu anak kecil hingga dewasa. Namun yang seringkali memenuhi orderannya adalah sepatu orang dewasa.

“Kalau dewasa Rp 20 ribuan, kalau sendal dan sepatu anak-anak cuma Rp 15 ribu,” terangnya sambil tetap menjahit sepatu pelanggan.

Jenis sepatu yang dijahitpun beragam, mulai dari sepatu anak kecil hingga dewasa. Namun yang seringkali memenuhi orderannya adalah sepatu orang dewasa.

Halaman 3

Atap dari seng lempengan jadi alas dari teriknya matahari dan saat musim hujan tiba. Marten dan beberapa rekannya melakukan pekerjaan ini mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore tiap harinya.

Untuk saat ini, cuma Marten yang jadi penghuni paling lama di lokasinya itu. Kini, tempat ini juga jadi ajang mengadu nasib orang-orang muda.

Berikut foto-fotonya:

Halaman 4

Sol Sepatu, Pasar Terong, Jalan Kubis

Halaman 5

Sol Sepatu, Pasar Terong, Jalan Kubis

Halaman 6

Sol Sepatu, Pasar Terong, Jalan Kubis

(*)

 


sol sepatu 2
sol sepatu 1
sol sepatu 3

LIHAT JUGA