Simulasi penanganan teroris

Densus 88 Anti Teror Ringkus Anggota Mujahidin Indonesia Timur di Poso

Sabtu, 02 Januari 2016 | 09:29 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Memed Slamet - Go Cakrawala

Halaman 1

Poso, GoSulsel.com – Tim Detasemen Khusus 88 (Densus) Anti Teror Mabes Polri baru-baru ini berhasil meringkus 1 orang yang digolongkan oleh polisi sebagai teroris. Lelaki bernama Zubair (29) itu, menurut pihak polisi, adalah bagian komplotan jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang dipimpin oleh Santoso alias Abu Wardah.

Zubair adalah warga Desa Tayawa, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una Una yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual ikan ini ditangkap oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Penangkapan dilakukan Kamis (31/12/15), sekira pukul 06.30 Wita, di desa tempat tinggalnya.

Menurut keterangan Megawati (28), istri Zubair, sekira pukul 06.20 Wita, dirinya bersama suami dan 3 anaknya sedang dalam keadaan tidur di kamar rumahnya. Tiba-tiba pintu depan rumah didobrak oleh sekitar 10 anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersenjata laras panjang.

Sebagian dari mereka langsung membangunkan suaminya dan langsung menangkap serta memborgol suaminya. Sedangkan yang lain menggeledah rumah dan mengambil pisau mirip sangkur dan sebuah HP jenis Nokia untuk dijadikan sebagai barang bukti.



Saat menggeledah rumah, salah seorang anggota Densus 88 menanyakan tentang keberadaan motor Zubair jenis Yamaha Jupiter MX Nopol DN 2775 LX. Motor itu pernah dipakai oleh salah seorang terduga jaringan kelompok MIT atas nama Salman (warga Malino Kecamatan Soyojaya Kabupaten Morowali Utara). Megawati pun menjawab, bahwa motor tersebut sudah dijual oleh suaminya kepada orang Malino.

Halaman 2

Anggota Densus 88 juga menanyakan rekening Bank BRI milik suaminya yang saat ini sudah tak ada. Selanjutnya suaminya dibawa menuju ke dalam mobil jenis Avanza namun tak diketahui nomor polisinya.

Nanti sekira pukul 06.30 Wita, menurut penyampaian anggota Densus 88, Zubair dibawa menuju ke Polres Poso untuk dimintai keterangan terkait kelompok MIT pimpinan Santoso aliad Abu Wardah.

Dari informasi yang dihimpun, diketahui jika Zubair pada Senin (28/12/2015) baru kembali dari Palopo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, untuk membesuk orangtuanya yang saat ini sedang sakit.

Adapun sepeda motor yang ditanyakan anggota Densus 88, diketahui sekitar tahun 2013 motor itu pernah dipinjam oleh Salman (27), warga Lombok yang berprofesi sebagai petani. Salman sendiri beralamat di Malino, Kecamatan Soyojaya, Kabupaten Morowali Utara. Salman baru keluar dari lembaga pemasyarakatan setelah dijatuhi hukuman 6 bulan akibat terlibat sebagai jaringan kelompok teroris Santoso alias Abu Wardah.(*)