Ilustrasi

Mamasa Mencekam, 1 Orang Tewas 9 Motor Dibakar

Minggu, 03 Januari 2016 | 10:21 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Halaman 1

Mamasa, GoSulsel.com– Kasus penganiayaan secara berkelompok, kembali terjadi di Kabupaten Mamasa, Sulbar,terjadi Sabtu (2/1/2016) sekira pukul12.45 wita tepatnya di Dusun saluledo, Desa Arralle Selatan, Kecamatan Arralle.

Akibatnya, satu warga meninggal atas nama Rudi (45). Korban mengalami luka tusuk di dada sebelah kiri dan meninggal di TKP, dua lainnya mengalami kritis yakni Amirudin (38) mengalami robek dipunggung belakang sebelah kiri terkena sabetan benda tajam dan Ahmadi (26) luka robek di kepala terkena benda tumpul dan memar. Kedua korban kini sudah dirawat di Puskesmas Arralle.

“Pelakunya, ada 15 orang dan sudah diamankan di Mapolsek Mamasa. Awalnya, mereka ingin melaporkan kasus perkelahian yang terjadi sebelumnya, antara salah satu korban dengan pelaku di Polsek Arralle. Melihat, Ahmadi melintas, mereka kemudian melakukan penganiayaan,” kata Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Manggera, Minggu 3 Januari.

Dua korban lainnya, hendak melerai perkelahian tersebut, namun malah ikut menjadi korban. Setelah korban Rudi tergeletak para tersangka melarikan diri meninggalkan 9 unit motor di TKP. Karena kesal, masyarakat marah dan membakar 9 motor tersebut.



Halaman 2

“Langkah yang dilakukan Kapolres mamasa bersama kasat intel dan kasubagops polres mamasa beserta pasukan dalmas ┬ámendatangi TKP dan korban untuk meredam suasana kemudian melakukan kunjungan di rumah duka dan memberikan arahan agar permasalahan tersebut dipercayakan sepenuhnya kepada kepolisian dan menghimbau agar tidak melakukan hal hal menghakimi sendiri. Kapolres mamasa berkoordinasi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada keluarga korban dan masyarakat untuk menahan diri tidak main hakim sendiri,” ucap Barung.

Menurut Kapolres Mamasa, AKBP Wisnhu Buddhaya, kejadian ini mengundang kerawanan dan dapat berkembang menjadi kerawanan perkelahian antar kelompok dan antar kampung yg dikawatirkan disusupi isu dampak dari Pilkades tanggal 15 desember 2015 karena korban adalah calon kepala desa yg kalah dalam pilkades namun setelah ditanganin secara cepat masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Polres mamasa krn kapolres telah turun langsung menyelesaikan permasalahan.

“Motif sementara adalah kesalah pahaman. Situasi terakhir sampai saat ini dalam kondisi kondusif,” pungkas Wishnu.(*)