Angka Penduduk Miskin di Sulsel 2015 Meningkat 0,73 %

Senin, 04 Januari 2016 | 14:07 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan 2015 meningkat sebanyak 66,79 jiwa atau 0,73 %. Dibanding 2014 lalu, hanya 58,16 jiwa atau sekitar 0,58%.

“Lonjakan itu berdasarkan total penduduk Sulsel September 2015 mencapai 864,51 atau 10,12 %,” kata kepala badan pusat statistika Nursam Salam, saat ditemui di kantor BPS, Senin (04/01/2016).

Nursam mengatakan, selama periode maret 2015 – september 2015, penduduk miskin di daereh perdesaan naik sebesar 0,99 persen demikian pula di daeranh perkoataan juga mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen.

“Komposisi penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak ada perbedaan yang signifikan. Pada bulan september 2015, sebagaian besar (81,82 persen) penduduk miskin berbeda di daerah perdesaan, sementara pada bulan maret 2015 persentasenya sedikit mengalami penurunan menjadi 81,65 persen,” tuturnya.



Ia mengatakan, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandikan perenan komoditi bukan makanan (perumahan,sandang,pendidikan,dan kesehatan). Pada  september 2015, sumbangan GK makanan terhadap GK sebesar 74,93 persen sedangkan GK bukanmakanan sebesar 25.07%.

Halaman 2

“Pada periode maret 2015 – september 2015, Indeks kemiskinan (P1) dan indeksa keparahan kemiskinan (P2) menunjukan kecenderungan turun. Maka indeks kedalaman kemiskinan mengalami penurunan 0,11 yaitu dari 1,69 pada keadaan maret 2015 menjadi 1,85 pada keadaan september 2015. Hal ini yang sama untuk indeks keparahan kemiskinan juga mengalami penurunan 0,01 yaitu dari 0,46 pada keadaan maret 2015 menjadi 0,45 pada keadaan september 2015.” Lanjut Nursam Salam.

Nilai indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) di daerah perbedaan jauh lebih tinggi dari pada daerah perkotaan. Pada bulan september 2015, nilai indeks kedalaman kemiskinan (P1) untuk perkotaan 0,42 sementara di daerah perdesaan mencapai 2,28. Nilai indeks keparahan kemiskinan (P2) untuk perkotaan 0,08 sementara di daerah persesaan mencapai 0,68.(*)