demonstrasi
Ilustrasi

Warga Kampung Jangka Tolak Keberadaan Pabrik Tahu

Senin, 04 Januari 2016 | 14:45 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Sofyan - GoSulsel.com

GoSulsel.com – Warga Kampung Jangka, Kelurahan Pangka Binanga, Kecamatan Pallangga menolak keberadaan pabrik tahu. Pabrik yang beroperasi selama 13 tahun ini limbahnya mengganggu warga setempat.

“Limbah pabrik ini menimbulkan polusi udara yang sangat mengganggu kesehatan warga,akibat debu yang dihasilkan pabrik itu, ” kata salah seorang warga setempat, Nasrun Mone, ketika ditemui di lokasi, Senin (4/12/2016).

Nasrun Mone juga mengatakan, dampak dari asap pabrik tahu sangat mengganggu, karena ampas dari asap tersebut berhambuaran kemudian menjadi hitam yang mengenai seluruh rumah warga. Selain rumahnya menjadi kotor, Nasrun juga pernah mengalami gangguan sesak nafas akibat asap dan debu  yang ia hirup berasal dari Pabrik Tahu tersebut.

“Asap dan debunya mengganggu sekali pak, tiap hari kita harus membersihkan, selain itu saya juga pernah mengalami sakit pada pernafasan akibat dari debu  Pabrik” keluhnya.



Nasrun mone juga mengatakan kalu dirinya tidak pernah menandatangani izin persetujuan untuk ia setujui sebagai warga setempat, padahal rumahnya berada tepat di samping Pabrik Tahu tersebut.

Ia mengaku masih ada  beberapa warga juga yang tidak setuju akan keberadaan Pabrik tahu tersebut. “Saya mau pabrik tahu di tutup saja sementara, sebelum di benahi, karena asap dan debunya sangat mengganggu, selain itu bunyi bising juga tiap hari kami dengar dari Pabrik” kata Nasrun Mone.(*)


BACA JUGA