Rumah Bernyanyi, Jalan Laccukang, Karaoke Rakyat
Darwis dalam ruang karaoke yang disewakan di rumahnya. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Karaoke Rakyat Kelas Bawah dalam Sebuah Lorong di Jl Laccukang

Rabu, 06 Januari 2016 | 12:59 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Di Kota Makassar, rumah bernyanyi bermunculan bak cendawan di musim hujan. Rata-rata mereka
menempati jalan-jalan utama, seperti di Jl Perintis Kemerdekaan. Di sana, berbagai rumah bernyanyi kelas kakap bersisian
dan berhadapan. Para pemiliknya pun sebagian adalah para artis ibukota.

Namun, di sebuah lorong di Jl Laccukang, yakni Lorong C1, sebuah rumah bernyanyi milik warga biasa jadi alternatif tempat
hiburan warga setempat. Pemiliknya bernama Darwis.

Sejak 2 tahun lalu, Darwis memanfaatkan ruang tamunya untuk dijadikan ruang karaoke. Jelang sore hingga malam hari, tak
sedikit warga dari orang-orang muda hingga tua yang menghabiskan waktunya bernyanyi ria di tempat ini.

“2 tahun lamanya sudah menjalankan bisnis ini. Biasanya yang datang itu anak-anak warga di sini. Seperti remaja, orang tua,
dan anak-anak di sekitar jalan sini sering datang menyanyi,” ungkap Darwis yang ditemui GoSulsel.com di rumahnya, Kamis
(31/12/2015).



Darwis menjelaskan, bahwa pertama kali ia berpikir membuat usaha seperti ini saat karaokean bersama rekan kerjanya. Waktu
itu, dirinya bergabung dalam hiruk-pikuk pelaksanaan pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan, 2 tahun lalu.

Halaman 2

“Dulu ceritanya, saya pernah menjadi salah satu anggota di KPU waktu musim pemilu. Saat itu kami ngumpul sama teman dan
diajak karaokean. Nah, di situmi muncul ide untuk membuat karaokean di rumah. Meski berbeda fasilitas, tapi lumayan
banyakji yang suka datang di sini,” katanya sambil tertawa.

Tak hanya pengalaman itu, tapi juga kegemarannya mendendangkan lagu membuatnya lebih yakin menggeluti bisnisnya ini.

“(Tentang aktivitas bernyanyinya) Sebagai pengisi waktu juga kalau lagi tidak ada kegiatan lainnya sebagai Ketua RT (Rukun
Tetangga),” ujar Darwis.

Usaha ini tak hanya menghasilkan rupiah dalam ruang berukuran sekitar 1,5×2,5 meter persegi. Tapi Darwis juga biasa membawa
alat-alat keluar.

“Biasanya saya kasi keluar juga ini alat karaoke beserta alat-alatnya untuk acara warga. Di situmi kita ramai-ramai
menyanyi,” ungkapnya.

Halaman 3

Dengan alat dan ruang yang tak secanggih dan semewah rumah bernyanyi milik selebriti dan pengusaha bermodalkan besar, tentu
buat Darwis mematok tarif rendah per jamnya. Jika tempat karaoke yang memiliki konsep glamour menawarkan tarif minimal Rp 40 ribu, Darwis hanya menawarkan Rp 20 ribu.

“Awal bukanya hanya Rp 15 ribu saja. Tapi lambat laun akhirnya berubah menjadi Rp 20 ribu karena ongkos beli lagunya juga
cukup mahal. Saya belinya di salah satu tokok yang menyediakan beraneka macam lagu,” ujarnya.

Darwis menjelaskan, rumah bernyanyinya ini merupakan perombakan dari ruangan yang dulunya dipakai sebagai ruang tamu.

Dengan mengandalkan berbagai perkakas dan bahan yang tersedia. Dengan keterampilannya, ia mengombinasikan berbagai media peredam yang berasal dari bahan yang tak terpakai di rumahnya.

“Bahannya itu dari tripleksji, saya pakaikan karpet untuk menutupi biar tampak lebih bagus. Cukuplah untuk meredam suara, meski masih biasa terdengar sampai di luar rumah. Tapi tidak seberapa keras jika memakai peredam suara buatan sendiri,” terang Darwis.

Halaman 4

Tak hanya memikirkan peredam suara, Darwis juga melengkapi ruang bernyanyinya dengan dekorasi cahaya yang menarik. Seperti lampu diskotik yang berwarna-warni.

Selain jadi Ketua RT, Darwis mengisi waktunya menggeluti usaha jajanan yang dijajakan di depan rumahnya. Jajanan itu pula yang jadi cemilan bagi pengunjung yang ingin menghibur diri di rumah bernyanyi mininya.

“Kita juga sediakan cemilan kalau lagi lapar saat bernyanyi, seperti Es Milo (minuman susu cokelat), Extra Joss (minuman penambah stamina), dan Indomie (mi instan). Semua serba Rp 5 ribu,” tutupnya.

Dalam ruang bernyanyi Darwis, sarana pemilihan lagu juga terbilang modern karena menggunakan berbagai perangkat seperti komputer. Namun bedanya, tak secanggih rumah bernyanyi yang berdiri di pinggir jalan-jalan strategis, yang menggunakan teknologi canggih seperti touch screen. Namun Darwis mengatakan tetap ingin mengembangkan usaha miliknya meski belum tahu kapan bisa merealisasikannya.

Berikut foto-fotonya:

Halaman 5

Rumah Bernyanyi, Jalan Laccukang, Karaoke Rakyat

 

Halaman 6

Rumah Bernyanyi, Jalan Laccukang, Karaoke Rakyat

 

Halaman 7

Rumah Bernyanyi, Jalan Laccukang, Karaoke Rakyat

 

Halaman 8

Rumah Bernyanyi, Jalan Laccukang, Karaoke Rakyat

 

Halaman 9

Rumah Bernyanyi, Jalan Laccukang, Karaoke Rakyat(*)


BACA JUGA