Kemenristek Dikti, Pelajaran Kesenian di Makassar, Seni di Makassar
Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Makassar, Aryati Puspitasari. (Foto: Evi Novitasari/GoCakrawala)

2016, Dikbud Makassar Fokus Bidang Kesenian untuk Siswa

Jumat, 08 Januari 2016 | 05:33 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Evi Novitasari - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Makassar, Aryati Puspitasari, mengungkapkan, bahwa pihaknya di tahun 2016 ini akan fokus pada pengetahuan kesenian bagi para siswa-siswa sekolah yang ada di Kota Makassar.

“Tahun ini kami akan fokus ke dunia kesenian. Hal ini sejalan dengan keinginan Pak Wali Kota, kami harus bersinergi,” ungkap Puspa saat ditemui di kantornya, Jl Hertasning, Kamis (07/01/2016).

Puspa menyebutkan, bahwa Renstra yang ada saat ini perlu untuk dilakukan revisi, sebab yang tidak lagi Update dan tidak bersinergi dengan keinginan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

“Tapi memang perlu ada program yang perlu direvisi ulang, beberapa kegiatan yang tidak Update lagi seperti pelaksanaan kegiatan gerak jalan, pelaksanaan lampion. Nah kalau kita mau merujuk ke keinginan Wali Kota, keinginannya bukan ke situ. Tapi Pak Wali ingin melihat anak-anak mengarah ke kesenian sehingga mungkin pada saat revisi akan diarahkan ke catatan-catatan keinginan Pak Wali karena harus bersinergi,” ujarnya.



Puspa juga mengutarakan, bahwa ke depan, para siswa-siswi akan diarahkan agar menguasai 1 bentuk kesenian Sulawesi Selatan.

Halaman 2

“Contoh lain di bidang kebudayaan, di situ memang ada pelatihan tentang seni budaya. Tapi itu belum dilakukan secara masif. Sementara Pak Wali keinginannya, kalau bisa nanti 1 orang anak menguasai 1 jenis tarian. Kalau perempuan itu Pakkarena atau yang lain. Laki-laki pada alat musiknya. Jadi ini yang akan kami coba sinergikan dengan kegitan-kegiatan ke depan,” sambungnya.

Lanjut, ia mengatakan, untuk mewujudkan keinginan itu, strategi yang dilakukan oleh pihak Pendidikan dan Kebudayaan, yakni melalui festival seni budaya atau pun penambahan konten lokal pada kurikulum di tiap sekolah.

“Dimungkinkan kan memang ada dalam kurikulum untuk konten lokal. Meskipun sudah ada beberapa sekolah yang sudah melakukan itu tapi belum masif, belum fokus ke kesenian. Banyak hal lain yang harus kami revisi,” kata Puspa.

Selain itu, Puspa menyebutkan, bahwa assesment terhadap kepala sekolah, pengawas, dan guru belum masuk dalam Renstra (Rencana Strategis), sehingga revisi dimungkinkan untuk dilaksanakan pertengahan tahun 2016 ini.

“Termasuk klaster-klaster sekolah unggulan, assesment Kepsek ini juga belum tercantum di Renstra, assesment pengawas, juga assesment terhadap guru-guru,” sebutnya.

Halaman 3

Rencana ke depan ini, menurut Puspa, akan membuka peluang besar bagi guru kesenian di tahun ini.

“Jadi nanti guru-guru akan diklasifikasikan berapa gradenya. Peluang guru kesenian tahun ini besar, sangat besar, bukan hanya guru kesenian tapi semua guru juga SDM ini yang akan kita perbaiki,” tambahnya.

Lebih jauh, hal lain yang mendorong perlunya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan revisi program yakni adanya pemotongan anggaran sebesar Rp 50 miliar lebih yang dialihkan ke tingkat kelurahan.

“Turun di tahun ini. Jadi tahun lalu itu Rp 197 miliar untuk anggaran belanja langsung untuk kegiatan-kegiatan. Jadi total untuk tahun lalu itu ada sekitar 1 triliun, isinya di situ gaji, sertifikasi guru. Tahun ini kami hanya memperoleh dana Rp 142 miliar langsung, jadi turun Rp 50 miliar lebih. Karena ada rasionalisasi anggaran karena katanya kelurahan yang tahun sebelumnya tidak mendapat anggaran biaya alokasi operasional. Tahun ini kelurahan dapat. Jadi semua SKPD semua pasti dipotong untuk itu, pemotongannya Dinas Pendidikan kurang lebih 50 miliar lebih,” paparnya.

Halaman 4

Sementara anggaran untuk pembenahan sarana prasarana untuk seluruh sekolah yang ada di Makassar, Puspa menyebutkan, hanya terdapat 6 miliar dari tahun 2015 lalu sebesar 33 miliar.

“Untuk perbaikan fisik hanya 6 miliar, maumi diapa, segitumi yang diberikan,” ucapnya.(*)


BACA JUGA