ilustrasi

Jubir Golkar Sulsel: Munas Hanya Akal-Akalan Kubu Agung Laksono

Jumat, 08 Januari 2016 | 00:39 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Nasruddin - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Sekretaris Jenderal DPP Golkar (versi hasil Munas Bali), Idrus Marham, menegaskan, pihaknya tidak akan mengelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) atau Munas Bersama. Hal ini berdasarkan pertemuan seluruh Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Golkar Provinsi se-Indonesia yang menghasilkan empat point, salah satunya menolak munas bersama.

“Tidak ada Munas Bersama, hanya direkomendasikan untuk menggelar Rapimnas pada tanggal 23 sampai 25 Januari 2015,” ujar Idrus Marham saat ditemui di Makassar, Kamis (07/01/2016).

Menurutnya, pasca putusan Mahkamah Agung (MA) yang mencabut kepengurusan Golkar yang sah hasil Munas Ancol di Kemegkumham, dan Golkar hasil Munas Riau kembali menjadi sah. Pada momen itu, Aburizal Bakri (ARB) dan Idrus Marham terpilih sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal.

Lanjut pria kelahiran Kabupaten Pinrang itu, Golkar hasil Munas Riau telah menggelar Munas Bali pada 2014 lalu. Munas itu diakuinya sebagai kepengurusan Golkar yang sah saat ini.



“Kepengurusan Ancol itu sudah tidak sah lagi, baik secara kepengurusan maupun secara politik, tidak ada lagi legal standing-nya,” ungkapnya.

Halaman 2

Mengenai kubu Ancol yang akan dirangkul ke Kubu Bali, kata dia, hasil dari Rapimnas nantinya yang akan menentukan, termasuk apakah Golkar akan mendukung pemerintah atau tidak.

Juru bicara (Jubir) Golkar Sulsel, Arfandi Idris, menuding, upaya Munaslub atau Munas Bersama adalah akal-akalan kubu Agung Laksono untuk mencari aman. Padahal menurut dia, MA telah memutuskan untuk mencabut SK Kemenkumham dan mengesahkan Golkar Kubu ARB atau Golkar hasil Munas Bali.

“Ini seakan-akan mereka (kubu Agung) mengelabui pemerintah, supaya mengulur-ulur waktu untuk mengeluarkan SK Munas Bali. Sudahmi, jangan membuat lagi masalah baru, bikin moko saja partai baru. Sudah jelas sekali siapa pemenangnya,” klaimnya.

Menurutnya, jika Munaslub diselenggarakan, bukannya memecahkan kebuntuan malah akan menimbulkan masalah baru. Sebab akan muncul lagi pihak ketiga atau pemimpin yang ke-tiga, setelah konflik dualisme kepengurusan Golkar antara kubu Aburizal Bakri (ARB) dan Agung Laksono.

“Siapa bilang diselenggarakan Munaslub akan berakhir semua masalah? Malah muncul lagi orang ketiga dan Golkar ini semakin parah lagi konfliknya,” tuturnya.(*)