Abdul Azis Kahar Muzakkar, Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera, dan Budayawan Unhas Alwi Rachman, Badko HMI Makassar, Buya Hamka
Dialog awal tahun bertema "Konsep Pendidikan Jiwa dalam Perspektif Hamka dan Aplikasinya dalam Pembangunan Jiwa Bangsa", Sabtu (09/01/2016) di Gedung Graha Pena. (Foto: Muhammad Seilessy/GoSulsel.com)

Badko HMI Makassar Kaji Pemikiran Jiwa Buya Hamka

Sabtu, 09 Januari 2016 | 15:00 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Muhammad Seilessy - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Badan Koordinasi Regional (Badko) Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Sulselbar melaksanakan dialog awal tahun bertema “Konsep Pendidikan Jiwa dalam Perspektif Hamka dan Aplikasinya dalam Pembangunan Jiwa Bangsa”, Sabtu (09/01/2016) di Gedung Graha Pena.

Kegiatan yang diisi oleh pembicara Anggota DPD RI Abdul Azis Kahar Muzakkar, Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera, dan Budayawan Unhas Alwi Rachman.

Dalam diskusi itu, Azis menjelaskan, tokoh Buya Hamka yang dikenal sebagai tokoh yang sangat filosofis dan tokoh Muhammadiyah, adalah sosok yang pemikirannya diterima oleh tokoh NU lainnya yang sezamannya.

“Karya Hamka 100 lebih dan itu di luar tafsir yang semua pemikirannya yang dituangkan dalam karya itu. Sehingga pemikirannya sama dengan pemikiran konsep NU,” kata Azis saat membuka dialog dengan beberapa pembicara yang lain.



Lanjutnya, berdasarkan pemikiran Buya Hamka, manusia memiliki 2 dimensi, yakni dimensi fisik dan dimensi rohani. Sehingga hal ini yang membedakan manusia dengan binatang. Manusia memiki dimensi rohani. Jadi yang disebutkan manusia, ada jiwanya.

Halaman 2

Dalam konteks kekinian, dalam katanya, manusia hanya mementingkan dimensi fisik yang hanya dikejar. Caranya memperkaya diri dan kepuasan fisik saja.

“Kita sebagai manusia, substansi dalam hidup adalah dimensi rohani. Inilah pemikiran pendidikan jiwa Hamka,” ungkap Azis tentang pemikiran Hamka yang juga dituangkannya dalam disertasinya.(*)


BACA JUGA