Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, memberikan keterangan pers di acara KAHMI.

Kisruh Panjang, Akbar Tanjung: Golkar Terancam Tak Bisa Ikut Pilkada 2017

Minggu, 10 Januari 2016 | 15:00 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, Gosulsel.com – Konflik Dualisme kepengurusan dianggap merugikan di Partai Golkar. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, saat menghadiri kegiatan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di gedung Anging Mammiri, Jl Penghibur, Makassar, Minggu (10/1/2016).

“Kisruhnya 2 kubu, membuat Golkar tidak bisa optimal. Bahkan, tidak bisa ikut di Pilkada 2017 mendatang. Sepanjang Golkar kisruh saat jelas terjadi penurunan drastis. Dari 264 pilkada secara nasional, golkar hanya tercatat dengan nomor 116,” tutur Akbar.

“Dalam kisruh tersebut, meski golkar menjadi salah satu partai yang ikut dalam pemilihan pilkada, bisa saja Golkar tidak akan ikut pilkada 2017 karena permasalahn tersebut. Makanya kita tetap mencoba untuk melakukan beberapa saran untuk kembalinya Golkar dan itu menjadi perhatian utama dari kepemimpinan partai golkar,” ujarnya.

Diketahui, Munas pada 9 Januari 2016 di Bali, itu tidak lepas dari pertimbangan para Dewan penasehat, agar mampu mengutuhkan kembali organisasi Golkar dalam 2 kubu ARB dan Agung Laksono.



 

Halaman 2

“Harapan dari kegiatan munas yang kami lakukan kemarin itu tentunya kubu-kubu ini kita hilangkan sehingga golkar bisa utuh kembali sedia kala, dan tentunya bisa ikut kembali dalam Pilkada yang akan datang,” harapnya.

Namun untuk mempersatukan kembali Golkar, Akbar Tanjung Selaku Ketua Dewan Penasehat Parta Golkar mengatakan akan terus mengadakan Musyawarah Nasional untuk mencari Jalan Keluar.

Tags:

BACA JUGA