Rollerblade, Sepatu Roda, Al Markaz Al Islami, Ruang Publik Makassar, Ruang Bermain Makassar
Para orang muda yang asyik bermain sepatu roda di pekarangan Al Markaz Al Islami, Selasa (22/12/2015). (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Keceriaan Saat Membelah Pekarangan Al Markaz dengan Sepatu Roda

Senin, 11 Januari 2016 | 10:28 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Tak terbayang bagaimana cerianya orang-orang muda yang menemukan tempat bermain di kala sore hari. Apalagi di tengah perkembangan kota yang mulai membabat habis ruang publik. Seperti mereka yang ditemui GoSulsel.com sedang mengucurkan keringatnya saat membelah pekarangan Al Markaz Al Islami dengan rollerblade atau sepatu roda.

“Arenanya cukup landai dan tidak berbatu, jadi enak dipakai buat bermain rollerblade,” ujar Isma bersama kawan-kawannya kepada GoSulsel.com, Selasa (22/12/2015).

Isma dan kawan-kawannya telah berteman sejak kecil. Mereka berumah di sekitar masjid yang beralamat di Jl Sunu ini.

“Yang main sepatu roda anak-anak siniji dan teman sejak kecil. Kita punya komunitas tapi anggotanya saling berjauhan. Makanya kita latihan sendiri-sendiri untuk melatih skill yang kami punya. Nah, menurutta’ (kami), ini tempat yang paling dekat dengan rumah,” terang Marco yang merupakan sahabat Isma semenjak kecil.



Marco menambahkan, jadwal bermain rollerblade ini dimulai pukul 4 sore sampai pukul 6 sore. Selepas maghrib, mereka menyempatkan untuk mendirikan salat di dalam masjid.

Halaman 2

“Selepas maghrib, kita pulangmi ke rumah masing-masing. Besok lagi kalau pulang sekolah. Tapi biasanya kita saling memberi informasi terlebih dahulu, soalnya tidak enak main sendiri bela,” kata Isma sambil tertawa.

Tak hanya sekadar berkumpul dan menghabiskan waktu sore, Isma dan kawan-kawannya yang jadikan tempat ini sebagai tempat berlatih akhirnya memahirkan mereka. Hingga tak jarang mereka dipanggil untuk mengisi berbagai acara di kabupaten untuk menunjukkan aksi mereka di tengah publik di bawah payung komunitasnya.

“Kita tergabung di komunitas rollerblade dengan nama Malesco yang sudah berdiri sejak setahun yang lalu. Kami juga biasa dipanggil untuk mengisi acara dan perlombaan seperti di Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bone,” ungkap Isma dengan bangga.

Ruang-ruang publik masih banyak dibutuhkan oleh orang-orang muda seperti Isma dan Marco. Agar kecintaan mereka terhadap rollerblade dapat terus hidup. Agar mereka tetap dapat melatih teknik-teknik dalam rollerblade, seperti Crazy, Crazy Sun, Snake, Back Snake, Fish, Marbook, One Foot, Foot Gun, Eagle, Butterfly, Double Crazy, dan banyak lagi.(*)

 


BACA JUGA