Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar
#

Cerita JK & Kata ‘Jenderal’ di Nama Mesjid Al Markaz Al Islami

Selasa, 12 Januari 2016 | 12:26 Wita - Editor: gun mashar - Reporter: Muhammad Muhaimin - GoSulsel.comReporter: Muhammad Muhaimin - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Mesjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf tepat telah berdiri selama 20 tahun. Banyak cerita dan kisah menarik terkait pembangunan mesjid yang mulanya menelan biaya Rp 12 Miliar, angka yang sangat fantastis kala itu. Salah-satunya adalah cerita tentang awal mula penyematan nama Jenderal Jusuf pada nama Al Markaz Al Islami.

“Saat itu (sekitar tahun 2006, saat jelang peresmian nama mesjid) saya tanya Pak JK, kenapa pakai kata Jenderal? Kenapa tidak M Jusuf saja,” cerita Juru Bicara Wapres, Husain Abdullah saat berbincang dengan GoSulsel.com, Selasa (12/01/2016).

“Pak JK menjawab harus tetap pakai nama Jenderal. Sebab kalau Jusuf saja, Pak JK khawatir orang kira dia, sehingga menghilangkan legacy Jenderal Jusuf,” tambah Uceng, panggilan akrab Husain Abdullah.

Menurut Uceng, JK sangat ingin peranan dan jasa Jenderal Jusuf tidak kabur, dan tetap dikenang karena telah membangun mesjid Al Markaz.



“Pak JK tidak mau peranan dan jasa Jenderal Jusuf kabur dan hilang atas mesjid tersebut,” terangnya.

Halaman 2

Mesjid Al Markaz Al Islami resmi berdiri dan selesai pembangunannya pata tanggal 12 Januari 1996. Mesjid ini dibangun atas inisiatif Jenderal M Jusuf, dan pemancangan 2 tiang pertamanya diresmikan oleh 2 menteri saat itu yakni Yogi S Memet (Menteri Dalam Negeri) dan Edy Sudrajad (Menteri Pertahanan dan Keamanan).

Nama Jenderal M Jusuf disematkan di nama mesjid menjadi Mesjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf pada tahun 2006. Dan nama baru ini diresmikan oleh Presiden SBY kala itu. (*)