Otoritas Jasa Keuangan. foto: ojk.go.id

OJK Antisipasi Investasi Bodong di Sulsel dengan Pemberian Edukasi

Selasa, 19 Januari 2016 | 20:29 Wita - Editor: Nandar - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus mengawasi dan memberi edukasi kepada masyarakat Sulawei Selatan agar tidak terjebak dalam investasi bodong. Sekalipun hingga saat ini belum ada pengaduan mengenai hal tersebut, tetapi pihak dari OJK terus melakukan survey dalam menghindari kejadian seperti itu.

“Untuk investasi bodong sampai saat ini belum ada yang masuk di Sulsel. Mudah-mudahan tidak ada, seperti yang terjadi pada 2015 dan semoga pada 2016 pun tidak ada aduan,” kata kepala OJK Wilayah Sulsel, Bambang Kiswono, ketika ditemui di kantornya, Selasa (19/01/2016).

Pihaknya akan gencar mengadakan sosialisasi melalui radio, dan terus survey kebeberapa tempat, kemudian menjelaskan pada masyarakat jika ingin berinvestasi harus selalu hati-hati dan siaga.

“Misalnya gini, bunga bank sekarang kan 7,5 persen setahun, tapi ada orang yang datang menjanjikan investasi bunganya dengan imbalannya 20 persen sebulan, nah itu hati-hati karena tidak akan ada usaha yang memberikan keuntungan sebesar itu, jadi sudah tidak wajar,” lanjut Bambang.



Apalagi, tegas Bambang, saat izinnya di cek dan orang itu terlihat ragu, maka segara menghubungi pihak OJK dengan cepat melalu email, telpon, ataupun datang langsung ke kantor OJK.

Halaman 2

“Karena banyak yang biasanya pegawai mengumpulkan uang dan tiba-tiba ada penipuan seperti itu kan kasihan. Salah satu tugas pokok OJK disamping melakukan pengawasan juga ada perlindungan nasabah termasuk edukasi, kami harus selalu memberikan pelayanan terbaik untuk nasabah, agar tidak terjadi pengaduan yang seperti itu,” lanjut Bambang.

Diterangkan pula, bukan hanya pengaduan mengenai investasi Bodong, tetapi ada pengaduan bank, non-bank dan pasar modal. Pengaduan mengenai perbankan memang paling banyak, sebab aktivitas yang banyak terjadi adalah di perbankan.

“Pengaduan kemarin meningkat dari perbankan. Umumnya memang diperkreditan biasanya nasabah yang macet, agunan yang mau dijual mereka konflain, pokoknya mengenai itulah,” lanjut Bambang.

Olehnya itu, pihaknya akan melakukan langkah konkret di 2016 untuk mengurangi kredit bermasalah, dan meminta pada bank dalam memberikan kredit lebih berhati-hati.

“Bank tidak asal ngasih, tapi Memperhatikan kelayakan usaha pada nasabah, kalau bank memberikannya juga hati-hati maka tidak akan macet, masalah akan berkurang. Seandainya kalau timbul masalahpun kita kan menyediakan tempat pengaduan untuk nasabah,” Tutup Bambang.

Dengan syarat, pengadu bisa menyelesaikan itu dengan bank terlebih dahulu, kalau belum, pihaknya juga tidak bisa menerima. Sebab yang ditakutkan adalah pihak bank juga bisa menyelesaikannya, dan hanya sebuah kesalah pahaman.


BACA JUGA