Konveksi, Jalan Hertasning Baru
Nurhayati sedang menjaga lapak jualan mereka di Jl Hertasning. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Nurhayati, Potret Warga Makassar yang Kreatif Mengkreasikan Ruang

Rabu, 20 Januari 2016 | 13:56 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Produk konveksi bukan hanya bisa ditemui di ruang-ruang berpendingin udara. Tapi juga pada alam terbuka di pinggiran jalan. Seperti yang terlihat di seputar Jl Hertasning Baru.

Sebut saja Nurhayati (27). Perempuan beranak dua ini menggeluti usahanya sejak 6 tahun terakhir ini. Dari situ, ia berhasil meraup untung hingga puluhan juta rupiah.

“Mencari pekerjaan lumayan sulit. Sudah lama saya mencari ke sana kemarin, namun tetap nihil. Akhirnya saya mulai berani terjun untuk membangun usaha menjadi wirausahawati,” ujar Nurhayati saat dijumpai GoSulsel.com, Selasa (19/01/2016).

Tak seorang diri. Nurhayati melakoni pekerjaan ini bersama kakak kandungnya dan juga kedua anaknya yang harus ia jaga. Mereka semua ikut membantu kegiatan ibu dan pamannya tiap kali berjualan. Mulai dari petang hingga jelang tengah malam.



“Jualan mulai jam 5 subuh sampai jam 11 malam. Kadang juga sampai jam 2 malam kalau memang lagi ada acara seperti tahun baru dan acara keagamaan yang biasa membuat ramai jalanan,” katanya.

Halaman 2

Dalam kesempatannya meladeni pembeli yang singgah, Ia juga bercerita sedikit seputar keluarganya. Saat ini Nurhayati menjalani hubungan jarak jauh bersama seorang suami di Negeri Matahari Terbit,

“Di sana dia sudah 9 bulan. Rasanya sepi tidak disupport sama suami dalam menjalani aktivitas. Biasanya sering sama-sama kalau menjual, kalau dia punya waktu luang sehabis pulang dari kerja,” ungkapnya.

Setelah berkisah soal suaminya yang bekerja di negeri asing, Nurhayati lantas mengemas beberapa jualannya yang berserakan. Di sela-sela aktvitasnya itu, ia juga berkisah seputar jerih payahnya membangun usaha mulai dari nol, hingga capai kondisi usaha seperti saat ini.

Ratusan juta, modal yang tidak kecil bagi ibu 2 orang anak ini. Apalagi ia tak punya pengalaman jadi pedagang. Itu karena Nurhayati dibesarkan oleh kedua orang tua yang basic adalah pegawai negeri sipil. Jadi, tak ada darah pedagang sama sekali.

“Bukan main jerih payahnya itu kalau mau bergelut di dunia wirausaha. Butuh tekad yang kuat, keberanian, serta konsisten selama 6 tahun. Saya sudah bisa menikmati hasil yang terbilang cukup untuk anak dan kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

Halaman 3

Untung yang diraihnya mulai dari Rp 50 hingga 100 persen keuntungan bersih juga tak lepas dari senyum dan pelayanan baik yang ia sodorkan ke pelanggannya.Seperti memberikan beberapa diskon kepada pelanggan.

“Tidak seberapaji itu kalau saya kasi turun harganya. Semakin baik kita dalam memberi, semakin mudah juga Tuhan untuk memberi rezeki kepada kita,” katanya.

Menurut Nurhayati, dagangannya paling ramai dikerubuti pelanggan saat memasuki masa tahun ajaran baru. Wajar saja, karena dagangannya memang punya segmen pelajar.

“Kalau mau liat ramainya, paling ramai ketika memasuki tahun ajaran baru bagi anak sekolah,” ungkapnya.

Halaman 4

Bukan hanya dalam menggaet beberapa pelanggan dengan senyuman, faktor lokasi dagangan juga diperlukan. Itu diungkapkan pula oleh Nurhayati tiap ditanya soal strateginya menjual sepatu, kaos kaki, tali sepatu, dan banyak lagi.
Strategi lain untuk mendatangkan untung, adalah mendatangkan barang-barangnya langsung dari Jakarta dengan jumlah yang fantastis.

Kisah Nurhayati adalah salah satu potret orang-orang kreatif yang memanfaatkan ruang di kota ini. Tak hanya berpatok pada bagaimana memulai usaha pada sebuah ruang yang sudah dipatok mahal.(*)


BACA JUGA