Misbahuddin
Ujian terbuka Misbah, Kamis (21/01/2016). (Foto: Sutriani/GoCakrawala)

Ujian Terbuka, Misbahuddin Bahas Kemiskinan Petani Sulsel

Kamis, 21 Januari 2016 | 21:24 Wita - Editor: Arul Ramadhan - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Ujian Terbuka (Promosi Doktor), Misbahuddin, dengan judul “Analisis pendapatan Petani Padi Miskin di Sulawesi Selatan” diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar, Kamis 21/012016). Menurut Misbahuddin, pencapaian hasil sektor pertanian dibuktikan dengan angka Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tahun 2007-2008. Angka itu mengalami pertumbuhan yang mengesankan, yakni sekitar 4,41 %.

Selain itu, berdasarkan data kemiskinan tahun 2005-2008, kesejahteraan penduduk pedesaan dan perkotaan membaik secara berkelanjutan.

“Berbagai hasil penelitian menyimpulkan, bahwa yang paling besar kontribusinya dalam penurunan jumlah penduduk miskin adalah pertumbuhan sektor pertanian,” katanya ketika sedang mempresentasikan hasil penelitiannya.

Dalam disertasinya juga dikutip tentang kontribusi sektor pertanian dalam menurunkan jumlah penduduk miskin.  Data yang ada menyebutkan, angkanya mencapai 66%, dengan rincian 74% di pedesaan dan 55% di perkotaan.



Masalah kemiskinan merupakan permasalahan mendasar dalam pembangunan saat ini, khususnya pembangunan pertanian. Sebagaimana wilayah lain di Indonesia, Sulsel sebagai penghasil beras utama di Indonesia tingkat kemiskinannya. Sekalipun relatif menurun, tapi presentasenya cenderung masih cukup tinggi.

Halaman 2

Adapun jumlah penduduk miskin tahun 2002 yaitu 1.309.230 jiwa di tahun 2013. Sedangkan jumlah penduduk miskin telah mencapai 787.660 jiwa.

“Dari jumlah penduduk miskin tersebut, ternyata komposisi penduduk miskin desa pada umumnya petani lebih tinggi dibanding penduduk kota,” tutur Misbah, sapaan akrabnya.

Untuk tahun 2013 saja, jumlah penduduk miskin di kota hanya 147.970 jiwa sementara di desa jumlahnya mencapai 639.690. Jadi, lebih dari 4 kali lipat jumlah orang miskin desa dibanding kota.

Adapun perkembangan jumlah penduduk miskin menurut sektor ekonomi berdasarkan data statistik 2013 diperoleh, bahwa dari semua lini sektor ekonomi, jumlah penduduk miskin terbesar berada di sektor pertanian (termasuk perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan). Dan kecenderungannya meningkat selama periode 2007-2012.

“Dari proporsi penduduk miskin di sektor pertanian menunjukkan, kantong kemiskinan di Sulsel masih terdapat pada mereka yang bekerja di sektor pertanian, yaitu mereka yang bergantung pada pekerjaan sebagai petani gurem, nelayan, buruh tani/perkebunan serta pencari kayu atau pemungut hasil hutan,” terangnya.(*)


BACA JUGA