Satpol PP, Tenaga Honorer K2, Pembatalan Pengangkatan Tenaga K2
Halijah Andriana (34), tenaga honorer K2 Pemkot Makassar, Staf Operasional Satpol PP. (Foto: Evi Novitasari/GoCakrawala)

Sudah Mengabdi Belasan Tahun, Tenaga Honorer Kecewa Pernyataan Mempan

Jumat, 22 Januari 2016 | 15:41 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Evi Novitasari - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Halijah Andriana (34), tenaga honorer kategori II (K2) sebagai Staf Bidang Operasional, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengaku kecewa. Kekecewaannya terkait dengan pernyataan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Mempan) dan Reformasi Birokrasi yang mengungkapkan soal pembatalan pengangkatan tenaga K2, beberapa waktu lalu.

Ija, begitu biasanya ibu 3 anak ini disapa oleh kerabatnya, sudah lebih 11 tahun mengabdi. Namun, hingga kini ia belum juga diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS). Terlebih lagi menurutnya, pemerintah pernah memberikan janji untuk melakukan pengangkatan. Tapi ternyata, yang ada malah kabar pembatalan pengakatan.

“Sepertinya diberi harapan palsu begitu. Saya mewakili tengah honorer mengaku sangat kecewa karena kan Mempan sendiri yang janji akan diangkat, tenyata begini,” katanya kesal, saat ditemui di Kantor Balaikota, Jl Ahmad Yani, Jumat (22/01/2016).

Lebih lanjut, ia mempertanyakan tentang anggaran bagi tenaga yang pensiun jika yang dijadikan alasana adalah tak tersedianya anggaran.



“Tiap bulan ada yang pensiun. Masa karena tidak ada anggaran?” ujarnya, menggugat.

Halaman 2

Tentang kesejahteraan, Ija mengaku, penghasilan yang ia peroleh sebagai tenaga kontrak sudah mencukupi. Namun, dirinya tetap berharap dapat diangkat jadi PNS meski harus menunggu.

“Alhamdulillah mencukupi lah. Gaji pokok Rp 500 ribu ditambah tunjangan-tunjangan. Jadi cukup. Tapi saya tetap berharap ada pengangkatan. Sabar menunggu, tetap semangat kerja. Kita sudah lama kerja di sini,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Megawati (40). Ia adalah teman Ija sejak awal mendaftar sebagai tenaga honorer, 2004 lalu.

“Kecewa pasti.  April nanti kita sudah 12 tahun di sini. Kita di Satpol PP harusnya lebih diutamakan karena kerja kami lebih jelas. Tapi semangat dan sabar menunggu,” ujarnya, saat ditemui di ruangannya, Jumat (22/01/2016).

Dari data Sub Kepegawaian Satpol PP, ditemukan, bahwa terdapat 62 tenaga K2 yang menunggu pengangkatan jabatan jadi PNS.(*)


BACA JUGA