TK Pertiwi Makassar, Buku-Buku Radikalisme, Radikalisme, Buku-Buku Agama
Seorang guru TK Pertiwi sedang berdiri di depan buku-buku yang dianggap berbau radikalisme. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Terkait Buku Radikal, Kabid Dikdas Kota Makassar: Kami akan Bentuk Tim Khusus

Minggu, 24 Januari 2016 | 00:17 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Terkait penyebaran buku radikal di Makassar, Kabid Dikdas (Dinas Pendidikan Dasar) Makassar akan mengerahkan tim khusus perihal permasalahan beredarnya buku-buku yang ditemukan pihak Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi Makassar, Sabtu (23/01/2016).

“Menyangkut persoalan buku radikal yang beredar, kami akan membentuk tim untuk melakukan tindakan untuk meninjau dan menelaah bersama pakar bahasa yang ada di Kota Makassar,” kata Hasbi, Kabid Dikdas Kota Makassar kepada GoSulsel.com di Hotel Pantai Gapura Makassar.

Menurutnya, penerbit buku Pustaka Amanah yang mengeluarkan buku itu juga di luar dari konteks pelajaran anak TK yang memiliki kemampuan terbatas persoalan membaca.

“Kalau dilihat dari konteksnya, memang tidak diharuskan membaca karena masih TK. Prioritas pendidikan anak TK itu masih menghitung dan bermain,” katanya.



Selain itu, Hasbi mengatakan, dalam pembuatan buku anak-anak, penulis seharusnya mampu untuk membaca psikologis dengan tidak mencantumkan hal-hal yang tak mendidik. Seperti halnya kalimat yang terdapat dalam buku” “Selesai-Raih-Bantai-Kyai” dan berbagai kata seperti “Bom dan Granat” dalam buku Anak Islam Suka Membaca oleh Pustaka Amanah.

Halaman 2

“Pokoknya secepat mungkin kita akan mengutus tim untuk melihat secara langsung buku tersebut,” katanya.

Meski ditanya mengenai waktu peninjauan, Hasbi mengaku belum bisa berkomentar.

“Saya belum bisa mengambil kebijakan, karena kebijakan ada pada kepala dinas,” ujarnya.

Hasbi juga mengatakan, jika kehadiran buku itu merugikan negara dan generasi bangsa, tentunya akan ditindaklanjuti secepatnya.(*)


BACA JUGA