Kecamatan Makassar, Fogging, DBD
Fogging yang dilakukan di wilayah Kecamatan Makassar, Kamis (21/01/2016). (Foto: Evi Novitasari/GoCakrawala)

25 Warga Gowa Diserang DBD

Senin, 25 Januari 2016 | 19:45 Wita - Editor: Arul Ramadhan - Reporter: Sofyan - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – 25 orang anak di Dusun Mattiro Baji, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa diserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari 25 orang anak ini, 15 orang diantaranya dirawat intensif di rumah sakit Thalia Irham Panciro sedang 10 anak lainnya hanya dirawat di rumahnya saja.

10 dari 15 anak yang tengah dirawat di rumah sakit swasta itu diantaranya adalah dua saudara Bagus Salim (10) dan Irawati  (11) dan dua saudara lainnya yakni Saputra (4) dan Indah (13), Mita (7), Yusuf (6), Sifa (5), Siti (10), Abdul (8) dan Risal (8).

Ke 10 anak ini semuanya adalah warga Dusun Mattiro Baji, Kecamatan Bajeng. Rata-rata pasien DBD ini sudah menjalani perawatan selama dua hari di ruang Palm 212 RSU Thalia Irham.

Dg Sanga, ibu dari Bagus dan Irawati pasien DBD mengatakan kedua anaknya sudah dua hari ini terserang dan masih dirawat di rumah sakit. Tapi dalam masa perawatan seorang anaknya yakni Irawati sudah pulih dan dibolehkan pulang.



Dg Sanga pun berharap pihak Pemkab melalui Dinas Kesehatan Gowa agar melakukan langkah pencegahan agar wabah DBD tersebut tidak sampai meluas di tempat tinggalnya.

“Mudah-mudahan jika pihak Dinkes turun maka tidak penderita DBD tidak bertambah,” kata Dg Sanga, Senin (25/01/2016).

Halaman 2

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gowa, dr H Hasanuddin yang dikonfirmasi menjelaskan terdapat 50 persen warga menderita positif DBD dari 100 warga yang terkena penyakit Demam.

“Yah ada sekitar 100 orang lebih yang terserang. Dan yang positif sekitar 50 persen, selebihnya suspect (tersangka). Penderita ini termasuk yang dirawat di RSU Thalia Irham dan di RSU Syekh Yusuf Sungguminasa,” jelas dr H Hasanuddin.

Ia mengatakan kalau jumlah penderita pada Januari ini memgalami peningkatan dibandingkan bulan lalu yang hanya mencapai 40 orang saja.

“Di Musim hujan saat ini memang berpotensi mewabahnya sejumlah penyakit antara lain DBD dan diare, olehnya  itu saat ini kita terus gencarkan melakukan penyuluhan di tengah masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya dan mengingatkan agar Jangan lupa budayakan 3M (menguras, menimbun dan menutup),” katanya.

Halaman 3

Selain itu pihak Dinkes juga mengimbau kepada masyarakat  apa bila ada keluarganya yang mulai mengalami demam hingga dua hari,  agar segera membawanya ke dokter untuk di tangani.

“Saat ini selain kita gencarkan melakukan penyuluhan, kita juga melakukan pemberian bubuk abate kepada sstiap warga untuk ditabur ke dalam bak mandi dan tempat penampungan air lainnya, selain itu,  kami juga melakukan pemyemprotan (foging) kerumah-rumah warga guna memperhambat perkembang biakan nyamuk,” tambahnya.