Hanura
Ilustrasi Logo Hanura

Tim Muscab Tunda Umumkan Nama Bakal Calon Ketua DPC 14 Kabupaten/Kota

Senin, 25 Januari 2016 | 19:16 Wita - Editor: Arul Ramadhan - Reporter: Syafruddin - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Janji DPD Hanura Sulsel yang akan mengumumkan hari ini hasil rekomendasi DPP nama bakal caon ketua DPC 14 Kabupaten / Kota yang akan bertarung di Musyawarah cabang (Muscab) ternyata masih mengalami penundaan.

Sekertaris DPD Hanura Sulsel Waris Halid mengatakan,penundaan ini dikarenakan DPD sampai hari ini belum menerima rekomendasi nama – nama bakal calon dari DPP Hanura.

Selain itu kata Waris, penundaan ini juga dikarenakan Ketua DPD Partai Hanura Sulsel, Ambo Dalle masih berada di Jakarta melakukan penjemputan berkas bakal nama calon yang sudah direkomendasikan.

“Belum ada informasi dari beliau,karena beliau masih di Jakarta,” ucap, Waris Halid via seluler, Senin (25/01/2016).

Menyoal, adanya tiga nama yang bakal calon ketua DPC Hanura Makassar yang direkomdasi ke DPP, Adik Kandung Nurdin Halid tersebut mengatakan itu sudah sesuai prosedur dan mekanisme partai. Dimana dari ketiga nama yang direkomendasi bisa saja salah satunya digugurkan oleh DPP karena itu sudah menjadi hak progratifnya.



“Semua tergantung DPP,kami hanya merekomendasi.Bisa satu atau dua yang digugurkan sebab semua tergantung bagaiman DPP menilainya,”ujarnya.

Halaman 2

Ketua DPC Hanura Makassar Jalaluddin Akbar menuding masuknya nama HM Yunus dibursa pencalonan Ketua DPC merupaka tindakan DPD yang akan menjatuhkan dirinya dipencalonan.

Pasalnya,menurut Akbar, Andi Amirullah Jaya yang maju pada bursa pencalonan tersebut dinialai tidak memiliki kekuatan yang memadai melengserkan dirinya menjadi Ketua DPC Hanura Makassar.

Menurut Akbar, pernyataan HM Yunus yang kaget namanya masuk dipencalon ketua DPC hanya tindakan berpura pura.Pasalnya,kata Akbar,sejak lama dirinya mencium pergerkan HM Yunus secara diam diam melakukan pertemuan dengan ketua PAC

“Saya sangat sayangkan pernyartaan Pak Yunus.Sebagai anggota Dewan seharusnya tidak mengeluarkan statmen seperti itu.Tidak usah berpura pura menyatakan kaget,” ungkapnya


BACA JUGA