Humas Australia, Australia, Kerja Sama Indonesia dan Australia, Lorong Garden, Danny Pomanto
Humas Kedutaan Besar Australia, Breadley Amstrong (kiri), sedang mengecat salah satu pot di Jl Langgau Lorong 7, Selasa (26/01/2016). (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Australia Dukung Penataan Lorong di Makassar

Selasa, 26 Januari 2016 | 19:55 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Evi Novitasari - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Pemerintah Australia yang diwakili oleh Kepala Bidang Politik dan Humas Kedubes Australia, Bradley Amstrong, mengungkapkan, bahwa pihaknya akan mendukung program pemerintah Kota Makassar temasuk penataan lorong. Hal ini diungkapan Bradley saat perayaan Hari Nasinoal (Hanas) Negara Kangguru itu yang ke-228 tahun di salah satu lorong yang mendapat bantuan oleh Pemerintah Australia, yakni Lorong VII, Jl Langgau, Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Selasa (26/01/2016).

Bradley menyebutkan, sebesar 3,7 triliun anggaran yang dikucurkan Pemerintah Australia dalam program pembangunan untuk Indonesia secara menyeluruh, termasuk Makassar. Namun, ia tak dapat menyebutkan jumlah anggaran yang dikhususkan untuk Makassar.

“Kita memang ada program pembangunan yang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia. Total semuanya 3,7 triliun untuk Indonesia bagian barat, tengah, dan timur, termasuk Makassar di berbagai bidang seperti pendidikan, sanitasi, drainase, disabilitas, dan sebagainya,” katanya.

Selain itu, ia mengaku pihaknya akan melakukan pertemuan ulang dengan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdan Pomanto, untuk membicarkan hubungan kemitraan antara Australia dan Makassar di masa yang akan datang, termasuk pengembangan lorong.



“Potensi masyarakat yang dia wujudkan sendiri, dalam perkebunan, cat dan kebersihan. Mungkin kita akan membahas sekali lagi tentang kemajuan-kemanjuan apa yang bisa kita capai,” ujarnya.

Halaman 2

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdan Pomanto mengaku menargetkan pencapaian penataan lorong hingga 80 persen dengan sistem pelibatan masyarakat atau public engagement.

“Lorong baru mencapai 30 persen dan tahun ini saya target 80 persen dan yang terpenting, semua itu adalah public engagement itu adalah kuncinya,” harap Danny.

Indikator pencapaian target itu, menurut Danny, ada 8 program unggulannya yang akan digarap tahun 2016.

“Masih banyak yang belum realisasi. Nanti Sinara’na Lorongku, Lorong Garden, Badan Usaha Lorong, dan Anak Lorong Harus Sekolah. Ada 8 program lorong yang harus kita capai,”sebutnya.

Danny berharap, ke depan masyarakat lorong dapat menghasilkan kerajinan tangan yang dapat dipasarkan di Australia. Sehingga mendorong perekonomian masyarakat. Juga memberikan keuntungan kedua negara antara Australia dan Indonesia, khususnya Makassar.(*)