Rabobank, Kakao, Hans Loth, Hotel Clarion, Haris Rahmanto
Presentasi Rabobank tentang kakao dan produk olahannya, Selasa (26/01/2016) di Hotel Clarion. (Foto: Iskandar Achmad/GoSulsel.com)

Rabobank Presentasikan Studi Tentang Kakao di Hotel Clarion

Selasa, 26 Januari 2016 | 13:39 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Iskandar Achmad - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Rabobank Indonesia, suatu bank pangan, mempresentasikan studi mengenai kakao dan produk olahannya dalam acara Rabobank Customer Forum. Presentasi ini diselenggarakan di Hotel Clarion, Selasa (26/01/2016).

Acara ini mengangkat tema “Pasar kakao dan Produk Olahan di Indonesia”. Dan presentasinya dilakukan di hadapan para nasabah serta pelaku-pelaku bisnis dalam rantai pasok kakao di Makassar dan Sulawesi.

“Dalam Rabobank Customer Forum kali ini kami ingin berbagi pengetahuan mengenai pasar kakao serta produk olahnya yang dapat membantu nasabah dan para pemangku kepentingan dalam komoditas ini untuk mengambil keputusan-keputusan yang berkaitan dalam bisnis maupun kebijakan,” kata Hans Loth selaku Director Strategy and Business Change Rabobank Indonesia, saat press conference di Hotel Clarion, Selasa (26/01/2016).

Indonesia adalah negara penghasil kakao ketiga terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Negara ini memproduksi 8% dari kakao dunia.



Selaku FAR (Food & Agribusiness and Advisory) Analyst Rabobank Indonesia, Haris Rahmanto, mengatakan, bahwa konsumsi dunia untuk produk-produk olahan kakao terus meningkat.

Halaman 2

“Dalam 5 tahun terakhir konsumsi permen cokelat dunia meningkat dari 6,77 juta ton pada tahun 2010 menjadi 7,29 juta ton pada tahun 2015. Hal ini banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yanag terjadi di kawasan Asia Pasifik termasuk China, India, dan Indonesia,” ucap Haris Rahmanto.

Dengan meningkatkan pendapatan per kapita, terjadi perubahan pola konsumsi dalam hal kuantitas maupun variasi makanan yang dikomsumsi termasuk olahan kakao.(*)