Coffeetalist, Coffee Shop, Coffee Shop di Makassar, Kopi, Espresso, Sejarah Coffee Shop
Lokasi Coffeetalist di Jl Hertasning. (Foto: Dokumentasi Coffeetalist)

Coffeetalist, 2 Kultur dalam 1 Coffee Shop di Jl Hertasning

Rabu, 27 Januari 2016 | 16:18 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.comCoffee shop mulai menjamur di Makassar. Salah satunya adalah Coffeetalist. Coffee shop ini dipentaskan oleh 3 penikmat kopi. Ada Fiat, Udfal, dan Arman.

GoSulsel.com kali ini menyambangi coffee shop yang cukup ngetren di Jl Hertasning ini. Lokasinya terletak di salah satu titik bahu jalan itu. Menandainya cukup gampang, yakni gedung tinggi bertuliskan Coffeetalist di sudut kiri bagian atas. Logonya yang berupa kopi dan kumis tertera pada kedua belah kaca jendela depan kafe yang berdiri sejak Februari 2014 ini.

Dari ketiga pendiri kafe ini, GoSulsel.com berhasil mewawancara Arman. Menurut lelaki berumur 24 tahun ini, Coffeetalist hanya selintas ide setelah meneguk begitu banyak cangkir kopi.

“Coffeetalist, sebelum didirikan dulunya kita bertiga juga merupakan pencinta kopi. Sudah lumayan banyak cangkir kopi yang sudah kita habiskan. Setelah itu, tanpa disadari, tiba-tiba saja itu ide datang, “Kenapa tidak sekalian bikin coffee shop saja?”. Hal disambut baik sama Fiat dan Udfal. Akhirnya kita prosesmi semuanya,” kenang Arman yang tampak sedikit malu bercerita kepada GoSulsel.com, Selasa (19/01/2016).



Namun sebelum ide itu hadir, nama Coffeetalist diperoleh dari sebuah brand baju hasil buatan mereka sendiri sebagai pencinta kopi.

Halaman 2

“Sempat kita mau bikin Kopitalisme. Tapi kesannya terlalu bagaimana yah? Jadi akhirnya kita buat menjadi Coffeetalist, di mana ada unsur western dan guyonan yang kita buat sendiri,” imbuhnya.

Interior kafe ini juga tak kalah kerennya dengan cafe yang ada di Makassar. Meski ruangannya cukup minimalis, namun semuanya cukup tertata indah dengan beberapa ornamen yang semuanya berbahan kayu. Tatanan alat mesin espresso dan steam milk juga tertata menawan dengan paduan berbagai barang jaman dulu, seperti radio tua dan beberapa kamera klasik yang terpajang rapi di tembok.

“Sengaja kita ambil nuansa seperti ini biar lebih dapat feelnya ketika berkunjung ke sini. Ornamen kayu juga sebagai bentuk ciri khas. Namun tetap kita padukan dengan budaya Indonesia dan western biar lebih menarik,” katanya, berdalih.

Pergabungan 2 budaya yang kita jumpai di coffee shop ini bisa kita jumpai dengan melirik berbagai toples kopi dengan nama berbagai daerah di Indonesia. Ada pula berbagai buku best seller karya anak Indonesia yang tertata rapi di sudut display stok buku. Sedangkan budaya western-nya bisa dilihat dari dekorasi ruangan dan tambahan lagu melow versi Inggris.

“Kesannya lebih menghibur juga barangkali,” ujar Arman.

Halaman 3

Selain kopi, Coffeetalist juga memiliki berbagai minuman yang cukup digemari, seperti Ice Taro, Thai Tea, Green Tea, serta aneka es krim yang kaya rasa.

Coffee shop ini, menurut Arman, berkiblat ke Eropa. Meski coffee shop pertama kali hadir di Turki pada 1475 serta merambah ke Eropa pada 1529. Setelah itu ke Jerman dan Amerika hingga ke seluruh pelosok negara, termasuk Indonesia.

Saat ini Coffeetalist juga memiliki pengunjung tetap yang biasa hadir, seperti komunitas fotografi, penulis, serta tidak sedikit dijamah oleh beberapa jurnalis yang berada di Makassar.

Berikut foto-fotonya:

Halaman 4

Coffeetalist, Coffee Shop, Coffee Shop di Makassar, Kopi, Espresso, Sejarah Coffee Shop

 

Halaman 5

Coffeetalist, Coffee Shop, Coffee Shop di Makassar, Kopi, Espresso, Sejarah Coffee Shop

 

Halaman 6

Coffeetalist, Coffee Shop, Coffee Shop di Makassar, Kopi, Espresso, Sejarah Coffee Shop

(*)


BACA JUGA