Gafatar, Pelabuhan Soekarno Hatta, KM Bukit Siguntang
Sejumlah eks-Gafatar yang baru saja turun dari KM Bukit Siguntang yang merapat sekitar pukul 8 malam, Rabu (27/01/2016). (Foto: Muhaimin/GoSulsel.com)

Eks-Gafatar Minta Aset Mereka di Kalimantan Dijaga

Kamis, 28 Januari 2016 | 18:59 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Pasca pemulangan 232 eks-Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari Kalimantan Timur (Kaltim), pemerintah ditinggalkan pekerjaan berat. Pekerjaan itu adalah bagaimana proses terhadap aset atau harta benda yang ditinggalkan oleh eks-Gafatar.

Musababnya, selama beberapa tahun keberadaan mereka di Kalimantan, sudah puluhan hektar tanah yang dibeli. Bahkan beberapa eks-Gafatar ini meminta pemerintah untuk menjaga harta mereka.

“Pemkab Kukar (Kutai Kartanegara) sudah berjanji untuk menjaga tanah dan bangunan kami. Ada rencana untuk diuangkan saja. Artinya aset kami dijual dan hasilnya diserahkan ke kami. Tapi kita tunggu saja keputusan dari pemerintah,” kata Koordinator Perkampungan Karta Jaya, Kecamatan Samboja, Kukar, Jalil, saat ditemui di Asrama Haji Sudiang.

Rencana lainnya, menurut alumnus Unhas ini, lahan dan bangunan yang sudah ada tetap seperti itu dan diminta dilakukan penjagaan oleh pemerintah setempatnya. Karena beberapa dari mereka berencana kembali ke Kalimantan untuk melanjutkan kehidupan yang telah mereka bangun dalam beberapa bulan terakhir.



“Ada beberapa di antara kami, memang berencana kembali. Tapi setelah semua masalah yang ada saat ini beres dan kondusif. Tentunya kalau kami kembali ke sana, sebagai transmigran resmi. Apalagi sebagian sudah tak punya harta di kampung halaman,” jelasnya.

Halaman 2

Permintaan eks-Gafatar ini mendapat respons dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, melalui asisten III bidang Kesra, Berre Ali. Berre mengaku siap menerima kembali eks-Gafatar ini, asalkan mengikuti aturan yang ada.

Terkait masalah aset yang ditinggalkan, pihaknya sampai saat ini masih berfokus pada pemulangan ratusan eks-Gafatar yang masih tersebar di beberapa wilayah di Kalimantan.

“Nanti kita carikan jalan keluar untuk aset saudara kita ini,” singkatnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Kesbangpol Kukar, Faturahman, menambahkan, pihaknya siap menjaga aset yang ditingkatkan oleh eks-Gafatar yang ada di daerahnya. Termasuk lahan seluas 10 hektar di Desa Karta Jaya.

Bahkan, jika proses pemulangan telah selesai, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kementerian Sosial terkait rencana penjualan aset yang ditinggalkan. Dan selanjutnya, hasil penjualan ini akan diberikan kepada pemiliknya.

Halaman 3

Sementara itu, Kadis Sosial Sulsel, Ilham Andi Gazaling, mengakui jika data mengenai aset milik eks Gafatar di kalimantan masih dalam tahap inventarisasi. Saat ini, dirinya masih berfokus untuk pemulangan sampai ke kampung halaman.

Terlebih, berdasarkan data yang ada, khusus di Kalimantan Timur, masih tersisa 574 warga asal Sulsel yang merupakan eks-Gafatar. Pemulangan mereka sampai sekarang masih dalam proses koordinasi dengan pemerintah setempat.

“Kami belum tahu, mungkin akan dilakukan dulu proses inventaris data aset mereka. Kita fokus dulu untuk mengembalikan mereka ke kampung halamannya. Dan sisanya yang masih ada di sana, masih tunggu perkembangan dari Kaltim,” terangnya.

Kemarin, seluruh eks-Gafatar yang sempat ditampung di Asrama Haji Sudiang telah dipulangkan ke daerah masing-masing. 181 jiwa asal Makassar jadi yang terakhir. Kini mereka masih dalam pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah masing-masing.(*)