Ilustrasi

BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Capai 8,5 Persen, Kadin: Itu Tantangan Berat

Jumat, 29 Januari 2016 | 18:53 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Bank Indonesia (BI) memprediksi, pada 2016 pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) bisa capai 8,5%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya berada pada kisaran 7% hingga 8%.

Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Sulsel, M Dadi Aryadi, mengungkapkan, kondisi ekonomi Sulsel tahun ini lebih baik dibandingkan 2015 lalu. Meskipun proyeksi ke depannya merupakan kondisi perekonomian yang secara global masih menghadapi ketakjelasan.

Ketakjelasan ekonomi global ini akan rentan menimbulkan gejolak dan kompleksitas yang tinggi. Indikasi itu bersumber dari risiko-risiko terkait yang sudah pihaknya amati dan cermati sebelumnya.

“Ada 3 risiko utama yang perlu diantisipasi dan disikapi, misalnya terkait prospek pertumbuhan ekonomi secara global, penurunan harga komoditas yang diperkirakan masih berlanjut di 2016 yang sejalan berakhirnya supercycle harga komoditas,” katanya, kemarin usai mengikuti acara pembukaan kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha di Gedung Keuangan Negara II, Jl Urip Sumoharjo.



Diterangkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel 2016 bisa mencapai 7,5% hingga 8,5%. Bukan hanya itu, prospek inflasi Sulsel tahun ini diperkirakannya stabil, yakni di kisaran 4 plus 1%. Sebab pada November 2015 mencapai 6,62 persen.

Halaman 2

“Salah satu faktor pendorong penurunan inflasi, yaitu tren perkembangan komoditas strategis atau bahan bakar minyak (BBM) yang masih terus turun,” urainya.

Dadi menerangkan, kondisi Sulsel yang di bawah tekanan berhasil diperbaiki oleh sektor pertanian yang cukup bagus.

“Ini mempengaruhi kinerja ekonomi Sulsel pada triwulan ketiga 2015 lalu yang berhasil mengangkat perekonomian menjadi 7,34 persen. Capaian ini jauh di atas nasional yang hanya sekitar 4,73 persen,” lanjutnya.

Sementara dari sisi kinerja perbankan di Sulsel, terus mengalami peningkatan secara signifikan hingga Oktober 2015.

“Posisi aset mencapai Rp 112 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp 72 triliun, kredit Rp 90 triliun, dan non-performing loan (NPL) sebesar 3,85%,” urainya.

Halaman 3

Untuk mencapai pertumbuhan pada 2016, Dadi menekankan pentingnya upaya maupun terobosan guna meningkatkan ekspor. Hal itu dapat direalisasikan dengan melepaskan ketergantungan pada sektor impor dan menggenjot ekspor berbasis sumber daya alam.

BI juga senantiasa mendukung program pemerintah, di antaranya percepatan perkembangan infrastruktur, baik kebijakan dalam arti fisik maupun yang bersifat nonfisik.

“Untuk itulah, kami berkomitmen dalam memperkuat pembangunan melalui sumber daya manusia yang mumpuni. Salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan yang tepat serta inovatif,” tandasnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulkarnain Arief, menambahkan, 2016 merupakan tahun yang penuh tantangan terkait dengan diterapkannya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Kalau tadinya kita hanya bersaing dengan para pengusaha nasional, sekarang kita harus bersaing dengan asing seiring diterapkannya MEA,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Halaman 4

Namun pihaknya optimis dengan angka itu. Karena menurutnya, sumber daya yang ada merata dan menjanjikan untuk pasar internasional.

“Saya sepakat dengan prediksi pertumbuhan ekonomi oleh BI, bahkan bisa di atas itu. Karena telah disepakati bahwa seluruh perbankan harus satu digit, ada titik terang di situ,” demikian Zul.(*)


BACA JUGA