Nawa Pamungkas, Mal GTC, The Peranakan Culture, P2TM
Konferensi pers The Peranakan Culture, Jumat (29/01/2016) di Mal GTC. (Foto: Sutriani Nina/GoCakrawala)

The Peranakan Culture Ramaikan Perayaan Imlek di GTC

Jumat, 29 Januari 2016 | 18:30 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Mal Graha Tata Cemerlang (GTC) menghadirkan serangkaian acara istimewa dalam menyambut Tahun Baru Imlek yang ke-2567. Dengan menyuguhkan pertunjukan The Peranakan Culture dan sederet aksi panggung, seperti peragaan busana khas peranakan, Pantoen Melayu Makassar, Pameran Tempo Doeloe, barongsai yang lincah, Dog Fall In Love, serta alunan merdu musik Food Court, 11-28/01/2016.

Marketing Communication Manager Mal GTC, Nawa Pamungkas, mengatakan, melalui tema itu, Mal GTC yang bekerja sama dengan Asosiasi Peranakan Tionghoa Makassar ingin menonjolkan keindahan dari budaya peranakan. Budaya ini merupakan hasil asimilasi budaya Indonesia, khususnya Makassar dan Tionghoa.

“Untuk menciptakan visualisasi yang apik, kami menuangkan tema ini ke dalam permainan warna-warna pastel khas budaya peranakan dan warna-warna pink yang mencirikan bulan kasih sayang (Valentine),” katanya di Mal GTC, Jumat (29/01/2016).

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Peranakan Tionghoa (P2TM) Makassar, Arwan Tjahjadi, menerangkan, bahwa akan ada talk show yang akan mengulas banyak tentang peranakan.



Halaman 2

“The Peranakan Culture ini siapapun bisa merayakan, kalau di Tiongkok ini adalah perayaan pergantian musim, tentunya yang paling dilihat adalah bagi-bagi angpau. Inilah yang menjadi kultur budaya kami di Tiongkok,” kata Arwan pada kesempatan yang sama.

Arwan juga menerangkan bahwa peranakan merupakan perkawinan antara orang Tionghoa dengan 2 etnis, yakni Bugis atau Makassar, secara turun temurun.(*)


BACA JUGA