(Foto: Pak Hapsi menjual emas di jalan Somba Opu/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Pak Hapsi, Kesabaran Menuai Emas

Rabu, 30 Maret 2016 | 16:33 Wita - Editor: Irwan Idris -

Makassar, GoSulsel.com – Melintasi jalan Somba Opu, kita akan disajikan dengan deretan beragam toko suvenir dan perhiasan, utamanya emas. Namun, di antara toko-toko  tersebut, bisa didapati sebuah lapak kecil dengan timbangan khas pedagang emas emperan.

Pak Hapsi, sapaan seorang bapak pedagang emas emperan. Dia membuka lapaknya tiap hari, dari pukul 8 pagi hingga pukul 4 sore. Dengan sabar, Habsi menanti pelanggan emasnya. Bapak berdarah Majene ini mengaku telah puluhan tahun menggeluti profesi sebagai pedagang emas.

“Sejak tahun 1989 saya disini, masih muda waktu itu. Awalnya, gantikan bapak karena sebelumnya bapak juga kerja seperti ini. Jadi sekarang saya yang lanjutkan,” ujarnya pada GoSulsel.com, Rabu (30/3/2016).

Bekerja sebagai pedagang emas menurut bapak berusia 51 tahun ini, tidak mudah. Butuh kesabaran, karena pelanggan tidak menentu datangnya berapa tiap harinya. Belum lagi, jika harga emas naik turun. Terkadang tidak ada pendapatan yang ia dapat dalam sehari.



“Kalau harga emas stabil biasanya dalam sehari bisa dapat 2-3 pelanggan. Tapi kalau lagi naik turun itu harga emas terkadang biasa tidak dapat pelanggan dalam satu hari,” jelasnya.

Halaman: