Foto: akun facebook

Dipaksa Bayar Parkir Rp20.000, Pengunjung Unismuh Makassar Tahan Lapar

Kamis, 04 Agustus 2016 | 13:57 Wita - Editor: Irfan Wahab -

Makassar, GoSulsel.com – Setelah kejadian sewa parkir liar yang dianggap harganya selangit oleh pemilik kendaraan yang harus rela membayar parkir sebesar Rp. 10.000 saat berlangsung SBMPTN di kampus UNM sementara aturan sewa parkir belum diatur.

Kejadian itu terulang di kampus Unismuh Makassar, dimana pengguna kendaraan ditagih sewa parkir Rp20.000 permotor. Bukan hanya itu, cara menagihnya dianggap tidak sopan dengan melontarkan bahasa tidak sopan.

Hal ini terungkap melalui akun Nizad Mbt di facebook yang memposting capturan percakapan via medial sosial si korban dengan teman chatnya.

Pada capturan via media sosial tersebut, Nurul Utami yang membuat status ‘Terpaksa nahan lapar cuma gara2 uang parkir’ ditanggapi teman chatnya. “knp bisa? kasiannya,” tanyanya.



“iyo weh.. masa parkirnya 20 rb per motor trus cara penagihnya pake bicara kotor lagi. ndak ikhlasku kasi’ki. namarahi orang..,” jawabnya.

“dimana ada parkiran begituan? apa memang ko bikin disana?,” tanyanya lagi.

Nurul Utami pun menjawab pertanyaan teman chatnya, “di unismuh.. saya tes mandirinya uin. tapi lokasi tesku disitu..,” jawabnya dengan jelas.

Postingan percakapan ini kemudian ditanggapi beragam oleh pengguna facebook.

“Mana mahasiswa. Kampusmu ada bgini2 kenapa ndk ada pergerakan? Tunggu bensin naik kah baru mau berteriak untuk atas nama rakyat?,” komentar akun Hendriyawan.

“Tabe, menurutku maksud postingannya ini baik tawwa, JANGAN SALAH PAHAM DULU. Dia bukan menjelekkan kampus, cuma ada jukir liar yang tiba2 ada saat orang tes di kampus tersebut dengan meminta tarif parkir yang kelewatan dan Ilegal. Mahasiswanya juga mungkin libur semester tawwa, JADI TIDAK DI TAU. Tapi kalo masuk mi kuliah orang nanti, kaburmi lagi itu oknum jukir ilegal, jadi susah juga. “Tidak ada tempat penunjang pendidikan yang biar parkir harus dibebankan kepada pengunjung/anak didiknya”. Tolong PD Parkir tegas thdp oknum jukir liar, kasian orang kalo ditagih di salah satu tempat umum (RS, mall, sekolah dll), baru orang awam yang mengeluh tidak bisa
disalahkan, dan kasian juga tempat umumnya jelek namanya secara tidak sengaja karena ulah jukir liar. berantas pemicunya, yaitu oknum tersebut,” timpal akun Luky Ondrey. (*)