Kondisi disekitar Kantor Balaikota pasca insiden oknum Polisi Sat Sabara Polrestabes Makassar menyerang Satpol PP yang berada di Balaikota Makassar. Minggu (7/8/2016)
#

Bentrok Polisi-Satpol PP, Pengamat Pertanyakan Keberadaan Forkopimda

Minggu, 07 Agustus 2016 | 10:12 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar,GoSulsel.com – Bentrok yang melibatkan dua kubu aparat penegak hukum di Balaikota Makassar, sangat disayangkan berbagai pihak. Terlebih penyerangan yanh dilakukan oleh oknum polisi di gedung yang menjadi simbol kekuasaan pemerintah kota Makassar.

Pengamat Pemerintahan, Andi Luhur Prianto mengatakan baik Satpol PP dan kepolisian seharusnya menahan diri untuk melakukan tindakan penyerangan atau pemukulan.

“Iya, kejadian yang sangat disayangkan. Kedua belah pihak mestinya menjadi ujung tombak dalam penegakan hukum. Kita berharap semua pihak cooling-down, sembari mengambil langkah-langkah penyelesaian di luar cara-cara kekerasan,” kata Luhur, Minggu (7/8/2016).

Meluasnya kejadian yang bermula dari Pantai Losari ini, menurut Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Unismuh, diakibatkan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) tak berfungsi dengan baik.



” Di UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ada Forkopimda, melalui forum ini Kepala daerah (Bupati/Walikota) bisa berkoordinasi dengan pimpinan kepolisian daerah, untuk mengambil langkah preventif dan kuratif dalam menyelesaikan masalah bersama,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA