Bikangdoang Lembeh yang dipadati udang. (Foto: Iskandar Achmad/GoSulsel.com)
#

Mesti Dicoba! Gurih Renyah Bikangdoang Lembeh Bertabur Udang

Minggu, 07 Agustus 2016 | 11:50 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Jika kawan traveliner hendak makan siang yang tak terlalu berat tapi tercakup kebutuhan karbohidat, protein, dan serat, Hmm… kawan traveliner di Makassar boleh mencoba Bikangdoang Lembeh.

Dinamakan Bikangdoang Lembeh, sebab kedai ini terletak di Jalan Lembeh No 12, Makassar. Meski begitu, masyarakat sering menyamakan bakwan dengan bikangdoang. Memang sekilas tampakannya mirip. Bedanya terletak pada udang (doang-bahasa makassar) yang dimiliki oleh bikangdoang, sedang pada bakwan tak diberi udang.

Bikandoang Lembeh ini telah ada nyaris seabad di Makassar. Perintisnya adalah seorang Tionghoa yang memang banyak mendiami kawasan Jalan Lembeh dan sekitarnya. Dan sekarang, usaha ini tetap dipegang oleh keturunannya.

Kalau merujuk ke sejarah bakwan, memang kudapan satu ini berasal dari negeri China (sekarang Republik Rakyat Tiongkok). Ditandai dari kata “bak” yang artinya daging. Hanya saja, belakangan, sebagian orang mengira awalnya ini adalah hasil kreasi orang Makassar karena namanya berbeda dari bakwan.



“Di sini dia jual jalangkote sama bikandoang dan ini sudah lama sudah kurang lebih 80 tahunan. Yang jual itu orang Tionghoa tapi memang enak. Biasa saya liat pembelinya banyak, ada dari orang Makassar, Tionghoa, luar Makassar juga ada,” tutur Irwan, seorang tukang parkir di dekat toko itu, kepada GoSulsel.com, beberapa waktu lalu.

Rasanya memang spesial. Aroma udang menyusup memenuhi seluruh daging bikangdoang ini. Sensasi Bikangdoang Lembeh sungguh gurih dan renyah, menyembul dari gigitan pertama hingga terakhir. Ditambah dengan cocolan sambal kental yang pedasnya mantap.

Ukuran bikangdoang di tempat ini cukup besar dan padat. Karena itu, dibanderol seharga Rp 6 ribu per biji.(*0