(FOTO: Segala keindahan yang bisa Anda temui saat sore menjemput malam di pulau Samalona, Makassar/Minggu, 7 Agustus 2016/Ahmad Syadiq/GoSulsel.com)

Segala Keindahan Bersekutu Bila Datang Sore-Sore di Samalona

Minggu, 07 Agustus 2016 | 12:33 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Ahmad Syadiq - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Ipul Bolla dengan cekatan mempersiapkan kapal kecil untuk mengantar kami menuju salah satu pulau destinasi wisata di Makassar, Samalona. Berjarak sekitar 2 kilometer dari kota Makassar membuatnya cukup ditempuh dengan perahu kecil bermotor yang oleh masyarakat disebut jolloro. Harga carterannya Rp 500.000 pulang-pergi, harga masih dapat berubah, tergantung cara anda melobi.

Sabtu, (6/8/2016) tepat pukul 16:30 Wita, kapal meninggalkan dermaga Kayu Bangkoa di Jalan Pasar Ikan menuju Pulau Samalona. Perlahan tapi pasti, jolloro kami memecah ombak kecil yang datang silih berganti. Angin sepoi pun dengan setia menemani sepanjang perjalanan.

Sekitar 15 menit berlalu, kapal sudah berada jauh dari Dermaga Kayu Bangkoa, riuh kota Makassar makin menjauh. Waktu tempuh untuk sampai ke lokasi cukup 30 menit.

“Perjalanan sekitar 30 menit, jadi kemungkinan sampai jam setengah enam. Masih bisa dapat Matahari terbenam disana”, ujar Ipul Bolla sambil fokus mengarahkan kapal.

Sepanjang perjalanan, kita akan disuguhi pemandangan laut biru dengan percikan-percikan air laut ketika kapal memecah ombak.

Tak lama berselang, Pulau Samalona mulai terlihat. Sebuah pulau kecil tak jauh dari Kota Daeng. Pasir putih, air laut jernih kebiruan, dan sunset nan indah seperti sengaja bersekutu menyambut kedatangan kami.(*)