(FOTO: Nenek Rasinang dan putranya dikunjungi oleh Kapolres Bulukumba/Rabu, 10 Agustus 2016/Fauzan Sulaiman/GoSulsel.com)

Nenek Rasinang dan Kammisi, Sekeping Keprihatinan dari Butta Panrita Lopi

Rabu, 10 Agustus 2016 | 21:42 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Bulukumba, GoSulsel.com — Nenek Rasinang Binti Rabani, di usia 100 tahun tinggal berdua dengan anaknya, Kammisi (70) yang juga sudah tua, hidup hanya dengan memanfaatkan belas kasihan warga yang melintas di gubuknya, Dusun Sakukui, Desa Caramming, Kecamatan Bonto Tiro, Bulukumba.

Di usia lanjut, nenek Rasinang dan Kammasi sudah sepuluh tahun bertahan hidup sejak Kammisi mengidap penyakit lumpuh. Sementara nenek Rasinang adalah penyandang tuna netra kebutaan sejak lahir.

Dalam kunjungan sosial/ajangsana memberikan sembako kepada orang tua lansia, rabu (10/8/2016), Kapolres Bulukumba, AKBP Selamat Riyanto tak sanggup menahan haru. Slamet Riyanto meneteskan air mata saat berjabat tangan dengan nenek tua tersebut.

Komunitas Cinta Sedekah (KCS), sebagai wadah yang sering melakukan gerakan kemanusian, pun turut prihatin dengan kondisi nenek Rasinang dan Kammisi. KCS telah melakukan penggalangan dana untuk membantu beban dan memperbaiki rumah nenek rasinang yang sudah tidak layak huni.



“Kami telah sudah berkenjung langsung, anaknya juga sudah tua, sudah tidak bisa bekerja, dia hanya hidup dari belas kasihan, rumahnya sangat memperihatingkan, semua kontruksi bangunan sudah kalah,” ujar Bang Roy, inisiator Komunitas Cinta Sedekah.

“Kami terus lakukan penggalangan dana seikhlasnya, Insya Allah dalam waktu dekat kami akan lakukan bedah rumah, semoga masyarakat bulukumba dengan ikhlas dapat membantu nenek Rasinang,” lanjutnya.

Halaman: