(FOTO: Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria menanggapi soal gugatan terhadap dewan pengawas RSU Sultan dg Raja/Selasa, 9 Agustus 2016/Muhammad Fardi/GoSulsel.com)

Nelayan Bulukumba Disandera, Wabup: Saya Sudah Berkoordinasi Kemenlu RI

Kamis, 11 Agustus 2016 | 22:12 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Bulukumba,GoSulsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba sudah berupaya membebaskan nelayan Bulua yang dikabarkan di sandera di Perairan Malaysia. Salah satu upaya dilakukan yakni berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
“Kita sudah identifikasi keluarganya dinda, kita juga telah membangun komunikasi dengan Kemenlu, tapi memang kita lakukan secara diam-diam untuk tidak menarik perhatian secarah berlebihan,”kata Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria, saat dikonfirmasi, Kamis (12/8/2016).
Diketahui, nelayan yang dikabarkan di sandera bernama Suherman Mangga (26), warga Liukang Loe, Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba. Ia dikabarkan mengilang sejak 3 Agustus lalu. Kapten kapal penangkap udang itu diduga disadera kelompok bersenjata di wilayah perairan Kinabatangan Sabah, Malaysia.

Sesui informasi yang dihimpun Gosulsel.com, sebelumya kapal Suherman dibajak diperairan Kanibatangan dan dituntut membayar 10.000 ringgit untuk dibebaskan,  karena permintaan tersebut tidak diterima akhirnya Suherman diculik dan hingga sekarang keberadaanya belum terditeksi.Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto yang mendengar informasi tersebut langsung mencari tau tentang Suherman dan keberadaan keluarganya di Bulukumba.

“Beberapa hari lalu pak wakil mencari tau warga disandera, karena awalnya tidak ada yang tau, informasi yang berkembang hanya mengatakan orang bulukumba saja,” ujar Brigpol Andi Hasruddin, ajudan Wakil Bupati Bulukumba yang akrab disapa kukun saat dihubungi beberapa saat lalu, kamis (11/8/2016). (*)