PMII Desak Mundur Direktur RS Bulukumba

Sakit Ginjal Pasien Makin Parah, Dokter di RS Bulukumba Diduga Lakukan Malpraktek

Senin, 15 Agustus 2016 | 19:10 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

Bulukumba, GoSulsel.com – Puluhan Mahasiswa dari berbagai kampus Kesehatan di Bulukumba yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba melakukan aksi unjuk rasa di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Dg Radja Bulukumba, Kantor Bupati dan DPRD Bulukumba, Senin (15/8/2016).

Didepan RSUD Sultan Dg Raja, puluhan massa aksi yang dipimpin jendral lapangan, Muhammad Amin lahaseng mendesak pihak rumah sakit memberhentikan Dr. Rizal karena diduga telah melakukan malpraktek serta oknum lain yang lalai menjalaskan tugasnya, bahkan massa aksi meminta Direktur RSUD Sultan Dg Raja untuk mundur dari jabatanya karena dinilai gagal dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan Rumah Sakit.

“Salah seorang pasien yang dirawat di PKM Bonto Bangung selama kurang lebih 20 hari pasca operasi secara tidak ada perubahan yang signifikan, sehingga keluarga pasien meminta untuk dirujuk namun Dr. Rizal inilah yang tidak mengizinkan, setelah pihak keluarga memaksa barulah ada tindakan dirujuk ke RS Wahidin, namun ini juga bermasalah karena tidak ada serah terima antara petugas RSUD Bulukumba yang mengantar dengan pihak RS Wahidin,” ujar Muhammad Amin Lahaseng, saat dihubungi GoSulsel.com, Senin (15/8/2016).

Amin Lahaseng menjelaskan, Dr Rizal diduga melakukan malpraktek karena tidak merujuk pasien yang sudah tidak bisa tertangani di PKM Bonto Bangung sementara pasien mengalami infeksi yang sudah menular ke ginjal dan jantung.

“Pihak RS Wahidin mengatakan bahwa pasien tersebut sudah mengalami infeksi dan usdah menular ke ginjal dan jantung, artinya pasien ini sudah infeksi saat di rawat di RSUD Bulukumba, jadi memang kami mengindikasikan terjadi malpraktek,” terangnya.

Halaman: