(FOTO: Nisa, terkapar di RS Bhayangkara Makassar/Selasa, 30 Agustus 2016/Fauzan Sulaiman/GoSulsel.com)

Selain Dipukul & Dicabut Kukunya, Nisa Juga Kerap Disekap di Kamar Mandi

Rabu, 31 Agustus 2016 | 17:14 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Fauzan - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Selain dipukuli sampai babak belur dan kuku jari manis tangan kirinya dicabut, Nisa juga sering disekap di kamar mandi agar tak keluar rumah maupun saat ada tamu yang berkunjung ke Kost milik pasangan Rahma dan Arfah yang beralamat di Jl. Baji Pangaseng, Kec. Mamajang, Kota Makassar.

“Biasanya jika ada tamu yang datang ke rumah Rahma, ia langsung menyuruh Nisa untuk sembunyi dalam kamar mandi agar tetangga tidak tahu kondisi Nisa yang saat ini kurus kering,” ucap salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di RS Bhayangkara usai menjenguk Nisa, Rabu (31/8/2016).

Hal senada diungkapkan oleh Kapolsek Mamajang, AKP Jamal Faturrokhman, saat dikonfirmasi sesaat lalu. Dia menyebutkan dari hasil interogasi sementara terhadap Rahma, selain menganiaya anaknya sendiri, Nisa juga sering disekap di kamar mandi.

“Iya selain di aniaya hingga babak belur, anak itu juga disekap di kamar mandi agar tidak keluar rumah,” kata Jamal.



Sebelumnya diberitakan, Nisa anak berumur 13 tahun babak belur dihajar oleh ibu kandungnya sendiri. Nisa telah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (30/8/2016).

Halaman: