(FOTO: Direktur BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat memberi keterangan kepada wartawan di Menara Bosowa Lantai 11, Jl Jend Sudirman, Makassar,/Muhammad Muhaimin/GoSulsel.com)
#

Bank Indonesia: Kebutuhan Uang Koin dalam Transaksi Usaha Masih Tinggi

Kamis, 01 September 2016 | 20:50 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Muhammad Muhaimin - GoSulsel.comReporter: Muhammad Muhaimin - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Direktur Eksekutif BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat memberi keterangan kepada wartawan di Menara Bosowa Lantai 11, Jalan Jend Sudirman, Makassar, Kamis (1/9/2016).

Bank Indonesia (BI) dalam 10 tahun terakhir  telah mengeluarkan uang logam atau koin sekitar Rp 6 triliun. Namun menurut data, uang koin yang kembali ke BI hanya Rp 900 miliar atau 16 persen. Sedangkan di Sulsel sendiri, telah diedarkan Rp 15 miliar selama tahun 2015, namun yang kembali ke BI hanya Rp 46 juta atau sekitar 0,3 persen.

“Hal ini mengakibatkan kebutuhan akan uang koin terus meningkat, karena sebagian masyarakat, khususnya pelaku usaha di jenis usaha tertentu masih membutuhkan uang koin untuk bertransaksi,” kata Wiwiek.

Untuk periode tahun 2016 hingga bulan Juli, uang koin yang diedar sebesar 11 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun yang kembali ke BI hanya Rp 7 juta.(*)

(FOTO: Direktur BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat memberi keterangan kepada wartawan di Menara Bosowa Lantai 11, Jl Jend Sudirman, Makassar,/Muhammad Muhaimin/GoSulsel.com)

(FOTO: Direktur BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat memberi keterangan kepada wartawan di Menara Bosowa Lantai 11, Jl Jend Sudirman, Makassar,/Muhammad Muhaimin/GoSulsel.com)


BACA JUGA