(FOTO: Ritual adat Ma'nene berlangsung di Toraja Utara/Rabu, 31 Agustus 2016/Lisna Boriallo/GoSulsel.com)

Dari Makna Filosofis Hingga Jadwal Pelaksanaan, Mari Mengenal Ritual Ma’nene di Toraja

Kamis, 01 September 2016 | 14:53 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Lisna (Toraja Utara) - Go Cakrawala

Toraja Utara, GoSulsel.com — Salah satu keunikan adat dan budaya di Toraja, Sulawesi Selatan, yakni ritual mengganti pakaian mayat yang dikenal dengan nama Ma’nene’.

Jasad-jasad yang sudah berusia cukup lama maupun yang baru beberapa tahun dalam peti yang sudah dikubur, diletakkan dalam liang gunung batu atau Patane oleh sebagian masyarakat suku Toraja.

Seperti yang dilaksanakan di Kelurahan Pangala, Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara. Mereka meyakini bahwa jenazah itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kerabat keluarganya yang masih hidup. Itu sebabnya di kawasan tersebut, sebagian keluarga intens memperhatikan jenazah kerabatnya. Setidaknya setiap tiga tahun sekali jenazah itu dibersihkan.

Ritual yang disebut Ma’nene ini dilakukan dengan cara mengeluarkan ‘mumi’ dari peti untuk dibersihkan. Pakaian lama yang digunakan sang jenazah diganti dengan pakaian baru.

(FOTO: Ritual adat Ma'nene berlangsung di Toraja Utara/Rabu, 31 Agustus 2016/Lisna Boriallo/GoSulsel.com)

(FOTO: Ritual adat Ma’nene berlangsung di Toraja Utara/Rabu, 31 Agustus 2016/Lisna Boriallo/GoSulsel.com)

“Dibilang unik dan khas, mengingat ritual Ma’nene hanya dilakukan oleh beberapa daerah di Toraja Utara seperti di Rindingallo dan Baruppu,” ucap Camat Rindingallo, Paulus Batti, yang ditemui GoSulsel.com, Rabu (31/8/2016), di sela-sela acara Ma’nene di Pangala, Kampung Balle.

Paulus berencana akan berupaya untuk mengatur waktu pelaksanaan Ma’nene agar bisa dilaksanakan serentak di Kecamatan Rindingallo.

“Saya akan sampaikan kepada warga untuk mengadakan kombongan kalua (musyawarah besar) agar event ritual Ma’nene bisa kita jadwalkan serentak dan kalau bisa ritual ini bisa dilaksanakan setiap tahunnya,” kata Paulus.

Halaman: