Menikmati siang di Perpustakaan UIN Alauddin (foto: Muhaimin/gosulselcom)

Lobi Perpustakaan UIN Alauddin Kotor, Kepala Perpustakaan Mundur dari Jabatannya

Minggu, 04 September 2016 | 12:43 Wita - Editor: Irfan Wahab -

“Lalu persoalan itu pun dimulai. Saya dikontak beberapa kawan yg menanyakan kunci perpustakaan. Sebagian bahkan dgn nada menyalahkan saya. Hey, yg menyalahkan saya, kemarin saya masih terus memperjuangkan progres perpustakaan UIN Alauddin di Jakarta. Tiba-tiba hanya urusan kunci menyalahkan saya yg sejak awal menjabat tak pernah tahu ttg urusan kunci mengunci,” jelasnya Quraisy.

Lebih jauh, Quraisy mengungkapkan betapa dirinya kecewa atas bebarapa pihak kampus yang menggunakan fasilitas perpustakaan namun setelah fasilitas itu dipakai, ia mendapati lobi perpustakaan sangat kotor.

“Saat di Jakarta, saya dihubungi pimpinan utk meminta izin menggunakan lobi perpustakaan. Saya yg masih di Jakarta hanya mengiyakan, karena menyangka sesinya adalah orientasi perpustakaan. Lalu subuh tadi saya pulang ke Makassar. Pagi pukul 07.00 saya langsung menuju kampus dan menyaksikan betapa kotornya lobi perpustakaan yg digunakan utk kegiatan orientasi pengenalan mahasiswa baru,” ungkapnya dengan kesal di status yang sama di akun facebooknya.

Dari pantauan GoSulsel.com, kebanyakan netizen berkomentar agar keputusan Quraisy dipikirkan kembali karena menurut mereka hal itu masih terlalu cepat, sebagian dari mereka meminta untuk kembali mempertahankan jabatan itu.

“UPT perpustakaan UIN lgi berbenah, mungkin sebaiknya dipertimbangkan lagi kanda..Hormatku,” pinta akun Pardin H Anwar.

Halaman: