Warga Komplek Asrama Bara-baraya berunding dengan pihak Kodam

Air & Listrik Diputus Tiba-tiba, Warga Asrama Bara-Baraya Kaget & Marah Besar

Kamis, 08 September 2016 | 01:55 Wita - Editor: adyn - Reporter: Muhammad Nataz - GoSulsel.com

Makassar,GoSulsel.com – Pihak PLN dan PDAM kota Makassar didampingi langsung oleh Dandim 1408/BS Makassar beserta sejumlah personel TNI lainnya mendatangi kompleks asrama Bara-baraya dengan maksud menertibkan sejumlah aliran listrik dan air di asrama tersebut, Rabu (7/9/2016), warga yang mengetahuinya pun lantas kaget dan marah atas tindakan tersebut.

H Rasyid selaku tokoh masyarakat setempat mempertanyakan tindakan tersebut. Menurutnya, hampir semua warga Bara-baraya selalu melakukan kewajibannya yakni membayar air dan listrik. “Hampir semua warga kami disini selalu membayar, tapi mengapa akan diputus, kalau hanya salah satu warga yang tidak membayar, mengapa kami yang selalu membayar juga akan diputus alirannya,” kesalnya.

Lebih lanjut Rasyid menilai bahwa ada yang tidak beres dengan tindakan sepihak ini. “Jelas ada yang tidak beres, kalau memang hanya ada salah satu rumah yang mau ditertibkan air sama listriknya mengapa Pihak PDAM dan PLN harus ditemani personil Kodam,” tambahnya.

Menurutnya, Rasyid menegaskan apa yan barusan terjadi tentu ada hubungan dengan kepentingan kodam, dan yang barusan terjadi adalah upaya yang ditempuh pihak Kodam untuk meneror agar warga dari Asrama Bara-Baraya terusir.

Sementara itu, melihat situasi yang semakin memanas lantaran sejumlah warga marah, Dandim 1408/BS Letkol Kav Otto Sollu langsung melakukan upaya mediasi dengan warga.

“Saya harap diantara kita sebagai sesama keluarga tentara, tak ada yang terprovokasi, mari kita bicarakan masalah ini dengan kepala dingin,” Ujar Otto saat proses mediasi dengan warga.

Diketahui, dari proses mediasi tersebut, penertiban aliran listrik dan air yang direncanakan sebelumnya di kompleks asrama Bara-Baraya ini akhirnya batal dilakukan.


BACA JUGA