(FOTO: Gerbang perbatasan Gowa-Makassar di Jalan Sultan Alauddin/Jum'at, 16 September 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Gerbang atau Papan Iklan? ‘Selamat Datang di Kabupaten Gowa’

Sabtu, 17 September 2016 | 14:25 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Marwan Paris - GoSulsel.com

Gowa-Makassar, Gosulsel.com – Tahukah anda jalan perbatasan penghubung antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa? Yah, itu tepatnya di perempatan jalan Sultan Alauddin. Jika menurut anda, apakah yang paling menonjol di perbatasan ini? Mungkin anda akan menjawab, apalagi kalau bukan gerbang ‘Selamat Datang di Kabupaten Gowa’.

Salah satu dari dua gerbang perbatasan antara Gowa dan Makassar ini memang cukup menarik. Jika gerbang di jalan Aeropala, Tamangapa yang paling menonjol adalah sebuah tugu badiknya. Maka di tempat ini bukan tugu atau patung yang punya nilai sejarah, melainkan sebuah papan iklan besar.

Sebuah banner iklan dari perusahaan sponsor klub olahraga luar negeri. Cukup menarik dengan menampilkan gambar ekspresi para pemain klub tersebut dengan dominasi warna merah yang jadi ciri khasnya.

(FOTO: Gerbang perbatasan Gowa-Makassar di Jalan Sultan Alauddin/Jum'at, 16 September 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

(FOTO: Gerbang perbatasan Gowa-Makassar di Jalan Sultan Alauddin/Jum’at, 16 September 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Menurut Nurul, seorang ibu yang berdagang di sudut perempatan, papan iklan itu sebenarnya belum cukup lama hadir. Seingatnya baru sekitar setahun dan gambar iklannya  juga akan berganti sesuai periode tertentu.

“Belum lamapi itu iklan ada di situ, mungkin ada sekitar setahun itu muncul. Dan biasa diganti lagi gambarnya setiap berapa bulan sekali,” tuturnya kepada Gosulsel.com, Jumat (15/9)

Daya tarik iklan ini sungguh luar biasa. Bila dilihat secara sekilas nampak rasanya tidak ada bedanya dengan banner iklan lainnya di tengah jalan. Sehingga seolah menghilangkan peran dari sebuah gerbang yang menandakan kedatangan ke suatu wilayah.

Ironi pula sampai tulisan ‘Selamat Datang di Kabupaten Gowa’¬† hampir tidak terlihat jelas, jika tidak diperhatikan dengan teliti yang seolah tersembunyi di bawah papan iklan megah.

Dari sejarah gerbang ini sesungguhnya tidak biasa. Semenjak direnovasi sekitar tiga tahun silam, kata Nurul. Gerbang ini berubah jadi indah semenjak bentuknya yang sekedar dari tiang besi pada awalnya.

“Dulu masih dari besi itu gerbang. Sekitar tiga tahun lalu nah di renovasi jadi besar begini. Dan bagus juga bentuknya,” terangnya

Sebuah gerbang dengan dua tiang utama sebagai pilar didesain bergaya atap segi empat bertingkat layaknya model atap dari rumah tradisional orang makassar. Kedua pilar terhubung menopang lambang kabupaten Gowa di atasnya serta tulisan yang seperti menyapa orang ‘Selamat Datang di Kabupaten Gowa’

Ditambah lagi di kedua sisi pilar terpajang dua ukiran tokoh bersejarah. Syekh Yusuf dan Sultan Hasanuddin. Para sosok putra asli Gowa ini merupakan figur karekter dari masyarakat Gowa. Namun disayangkan sebuah iklan besar hadir seolah menenggelamkan simbol dari kebesaran sejarah Goa.(*)