(FOTO: Pekan Sastra UNM menghadirkan Seno Gumira Ajidarma sebagai pembicara/Sabtu, 24 September 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Ini Komentar Mahasiswa Jogja dan Bandung di Seminar Kesusastraan Nasional UNM

Sabtu, 24 September 2016 | 16:33 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Marwan Paris - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Seminar Kesusastraan Nasional dengan pemateri Seno Gumira Ajidarma bertema “Peran Sastra Dalam Menjaga Ingatan Sebuah Bangsa”, memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa sastra.

Banyak hal menarik yang disampaikan oleh SGA dalam seminarnya. Sebagaimana diungkapkan oleh mahasiswa yang datang dari Bandung dan Jogja yang mengikuti seminar tersebut. Usai acara yang digelar di ruang teater Pinisi lt. 3, Jalan A.P. Pettarani, Makassar.

“Sangat menarik, bagaimana caranya kita menjemput ingatan masa lalu dengan sastra gitu. Ini juga jadi motivasi bahwa kita setiap saatnya bahkan harus mencatat. Karena ingatan itu tidak sendirinya datang begitu saja. Tapi ingatan-ingatan itu, kita yang harus menjemputnya,” ucapĀ Amiru Safa (20), mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, angkatan 2014 ini.

(FOTO: Pekan Sastra UNM menghadirkan Seno Gumira Ajidarma sebagai pembicara/Sabtu, 24 September 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

(FOTO: Pekan Sastra UNM menghadirkan Seno Gumira Ajidarma sebagai pembicara/Sabtu, 24 September 2016/Marwan Paris/GoSulsel.com)

Selain itu, Sakirina (20) yang juga mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari UNJ Jogja, mengutarakan daya tariknya pada seminar yang dibawakan SGA kepada Gosulsel.com, Sabtu (24/9).

“Menarik sekali karena yang namanya ingatan itu perlu yah, untuk mengetahui siapa sebenarnya kita dan di zaman apa sebenarnya kita itu hidup,” tuturnya.

Mereka berdua merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, program pertukaran pelajar yang menyempatkan waktu mengikuti Seminar Kesusastraan Nasional di gedung Pinisi UNM.

Halaman:

BACA JUGA