Ekspor dan Impor Sulsel Turun di 2016, Ini Penyebabnya

Senin, 16 Januari 2017 | 22:12 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, Gosulsel.com – Selama Januari hingga Desember 2016, total nilai ekspor Sulawesi Selatan mencapai US$ 1154,6 juta, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2015, dimana nilai ekspor Sulawesi Selatan mencapai US$ 1409,1 juta, maka telah terjadi penurunan nilai ekspor sebesar 18,06%.

“Sekitar 4 trilyun ekspor Sulsel selama 2016. Nilai ekspor Sulsel di 2016 masih lebih kecil dibandingkan 2015,” kata Kepala BPS Sulawesi Selatan, Nursam Salam, Senin (16/01/17).

Nursam Salam menjelaskan lebih lanjut, hal ini disebabkan pengaruh dari ekonomi global yang belum betul-betul baik, sehingga kemampuan negara-negara pengekspor akan menpengaruhi ekspor impor.

Negara yang paling besar menerima ekspor Sulsel selama 2016 yaitu Jepang. Komoditi nikel yang menjadi barang ekspor terbesar. Amerika juga termasuk negara ekspor yang besar dengan komoditi ikan dan udang. Yang ketiga ada Tiongkok, ekspor ke negaraxini yaitu buah dan biji-bijian berminyak. Lalu, Malaysia yaitu komoditi kakao. Dan yang ke-5 Vietnam. Ekspor ke Vietnam juga cukup besar. Jika di total dalam setahun 2,55% kontribusi dari total ekspor.



“Nikel, kakao, udang, biji-bijian dan obat-obatan, dan buah-buahan, itu merupakan komoditi utama ekspor Sulsel selama 12 bulan terakhir,” ujarnya.

Impor Sulawesi Selatan periode Januari-Desember 2016 turun 10,59% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Negara dengan nilai impor terbesar selama periode tersebut adalah Tiongkok sebesar US$ 268,83 juta, dan Rusia sebesar US$ 61,61 juta.

“Kalau di total selama 12 bulan kelihatan track dari impor ini justru menurun sebesar 10,59%. Memang di beberapa bulan ada impor yang besar sekali itu terkait dengan barang modal seperti mesin mekanik, lensa optik. Itu untuk kegiatan industri dan sebagainya,” tuturnya.

Impor selama setahun berasal dari Tiongkok yang merupakan negara pengimpor terbesar ke Sulsel. Besar impor yaitu 31,60%. Kemudian Singapura, Argentina, Ukraina, dan Rusia.


BACA JUGA