Amankan 100 Alat Pemicu Bom di Bandara, Polisi Masih Selidiki Pelakunya

Rabu, 18 Januari 2017 | 18:06 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Degina Adenesa  - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Polisi berhasil mengamankan ratusan detonator atau alat pemicu peledak di Terminal Kargo Bandara Sultan Hasanuddin yang hendak di kirim ke Pontianak Kalimantan Barat, Selasa (17/1/2017) sekitar pukul 15.33 Wita kemarin.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Dicky Sondani usai rilis hasil visum, Rafika Hasanuddin korban pembunuhan di Gowa, Rabu (18/1/2017) di RS Bhayangkara Makassar.

“Ada 100 Detonator pemicu bom yang kini sudah diamankan oleh tim Densus 88, dan kini masih proses lidik untuk pelakunya,” ujar Dicky.

Dicky juga berkata ratusan detonator pemicu bom tersebut berasal dari kabupaten Luwu yang dikirim atas nama yang ditujukan kepada Udin di Jl Husin Hamzan, no 6 PAL 5, Pontianak, Kalimantan Barat, yang bahkan belum memastikan untuk apa alat pemicu bom tersebut.

“Itu belum ditahu persis untuk apa pengiriman alat pemicu bom tersebut, apakah untuk bom ikan atau untuk aksi terorisme, ini masih diselidiki dari labfor, dan yang mempunyai hak ijin peralatan tersebut yaitu perusahaan tambang atau TNI,” ungkap Kabid Humas Polda ini.

“Jangan sampai alat itu digunakan untuk bom ikan atau digunakan sebagai aksi terorisme, karna itu tidak benar dan salah besar itu,” pungkasnya. (*)