BMKG: Tahun 2016 Lebih Basah Dibanding 2015

Senin, 23 Januari 2017 | 14:21 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Ahmad Syadiq - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memaparkan Kilas Balik Kondisi Cuaca, Iklim dan Kegempaan Tahun 2016 dan Tinjauan Iklim Tahun 2017 di Sulawesi Selatan, Senin (23/1/2017) di Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Jl Prof Dr Abdurahman Basamalah No. 4 Makassar.

Dalam kegiatan tersebut BMKG Wilayah IV Makassar memaparkan bahwa secara umum, kondisi musim tahun 2016 di Sulsel lebih basah dibanding 2015, hal ini dapat dilihat dari Hari Tanpa Hujan (HTH) tahun 2015 yang lebih panjang dibanding HTH 2016.

“Ini efek dari adanya Lanina sehingga angin yang membawa uap air berhembus ke Indonesia,” ujar Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Fachri Radjab SSi MSi.

“Curah hujan tertinggi tahun 2016 terjadi di Leang Tanduk, Toraja Utara sebesar 5.279 mm dan curah hujan tahunan terendah terjadi di Barombong, Makassar sebesar 881 mm,” lanjutnya.

Selain itu, dia juga mengatakan suhu maksimum tinggi pada tahun 2016 terjadi di Camming, Kabupaten Bone, pada tanggal 12 Januari dengan suhu 36,6 derajat Celcius dan suhu minimum terendah terjadi pada tanggal 12 Agustus di Bandara Pongtiku, Kabupaten Tana Toraja yakni dengan suhu 13,2 derajat Celcius.

Sementara itu, di tahun 2017 BMKG Wilayah IV Makassar memperkirakan curah hujan tergolong normal. “Meski demikian curah hujan intensitas tinggi dalam waktu singkat harus tetap diwaspadai,” pungkasnya.(*)